Aktivitas Kawah Sileri Menurun

331

BANJARNEGARA – Setelah sempat menunjukkan peningkatan aktivitas, Kawah Sileri menunjukkan tren penurunan. Dengan tren ini, status level II atau Waspada akan dievaluasi. Kemungkinan akan diturunkan menjadi Level I atau Normal atau menurunkan radius bahaya yang saat ini satu kilometer.

Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo mengatakan, selain menunjukkan tren menurun, masyarakat diminta tidak khawatir dengan semburan gas beracun dari Kawah Sileri.

Menurut dia, sepanjang sejarah, Kawah Sileri tidak pernah mengeluarkan gas beracun. Dalam laporan harian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) kandungan gas beracun dari kawah tersebut nol. Potensi gas beracun justru ada di Kawah Timbang. Namun sampai saat ini kondisi gas di Kawah Timbang terpantau aman. “Kawah Sileri Waspada karena letusan material lumpur panas. Terakhir terjadi 2 Juli lalu,” kata dia.

Andri mengungkapkan, penetapan radius bahaya di Kawah Sileri bukan untuk mengantisipasi bahaya gas beracun. Namun untuk mencegah jatuhnya korban akibat semburan lumpur panas. Pendirian posko BPBD di Sileri bertujuan untuk mengurangi risiko bencana. (drn/din/jpg/ton)