Petani Pesisir Kembangkan Padi Tahan Air Asin

2403
PANEN: Para petani di Desa Purwokerto sedang memanen hasil tanaman Padi Tahan Air Asin, Jumat (29/9) (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PANEN: Para petani di Desa Purwokerto sedang memanen hasil tanaman Padi Tahan Air Asin, Jumat (29/9) (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Para petani di wilayah pesisir pantai Kendal, kini mulai mengembangkan varietas padi tahan air asin. Dengan padi verietas ini, bisa mengatasi dampak intrusi air laut atau pergerakan air asin ke daerah air tawar  yang banyak melanda lahan pertanian di Kendal.

Uji coba penanaman varietas padi tahan air asin ini, salah satunya telah dilakukan di Desa Purwokerto dan Turunrejo Kecamatan Brangsong, Kendal. Ada empat jenis padi tahan air yang dikembangkan. Yakni, Dendang, Inpari 34, Inpari 35, Ciherang Impara 9.

“Ini adalah ujicoba yang kedua kali dari padi tahan air asin. Uji coba padi tahan air asin ini, sudah kami lakukan sejak tahun lalu,” ujar Petugas Balai Pengkajian Teknologi pertanian (BPTP) Balai Uji dan Penelitian Provinsi Jateng, Karyaningsih, Jumat (29/9) kemarin.

Dalam uji coba kedua ini, ada sekitar 65 hektare lahan yang ditanami padi toleran air asin di sepanjang lahan pertanian di tepi pesisir pantai utara laut Jawa (pantura). Ada dua yang menjadi uji coba, yakni Desa Purwokerto dan Turunrejo Kecamatan Brangsong. Dua desa ini mempunyai lahan sawah terpanjang dan terbanyak di tepi pantai.

“Sawah-sawah ini, dulunya dibiarkan oleh para pemiliknya lama sekali tanpa ditanami apapun. Penyebabnya, karena sawah tergenang air rob, sehingga tidak bisa ditanami tanaman jenis apapun,” jelasnya.

Dengan kondisi sawah yang dilanda air rob, meski ditanami tanaman apapun hasilnya akan mati atau tumbuh kerdil. Varietas padi toleran air asin ini, diharapkan menjadi solusi petani di tepi pantai yang lahannya terkena rob. “Padi bervareitas toleran air asin ini bisa ditanam dengan kadar asam hingga 8 PH,” katanya.

Vareitas padi yang biasa ditanam di tanah yang basa, imbuhnya, jika terkena kadar air garam dua persen saja, tanaman dipastikan mati. Hal itu ditandai dengan daun padi menjadi gosong seperti terbakar. “Dengan varietas padi toleran air asin ini, tanaman bisa hidup. Meskipun hidup pada alam yang memiliki kadar garam 3,5 persen,” tambahnya.

Saat ini, banyak petani di pesisir yang mulai mencari bibit padi vareitas toleran air asin. Yakni, vareitas padi Inpari 34 dan 35 cukup bagus. Per hektar sawah, bisa menghasilkan padi 7-9 ton padi. “Padahal padi normal dengan lahan sama,  hanya menghasilkan 4-6 ton padi per hektare,” tandasnya.

Slamet, salah seorang petani Desa Purwokerto mengatakan varietas padi tahan air asin ini diakuinya menjadi solusi dari masalah intrusi air laut yang terjadi pada lahan pertanian di kawasan pesisir. “Tahap uji coba ini hasilnya bagus, sehingga kami optimistis tahun depan semua petani di pesisir bisa memanen padi vareitas tahan air asin,” akunya. (bud/ida)