Evaluasi Pembinaan

270
INTENSIF : Tim sepak takraw pelajar Jawa Tengah saat menjalani latihan intensif sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV di kompleks Stadion Jatidiri Semarang (Dokumen JAWA POS RADAR SEMARANG).
INTENSIF : Tim sepak takraw pelajar Jawa Tengah saat menjalani latihan intensif sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV di kompleks Stadion Jatidiri Semarang (Dokumen JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Urip Sihabudin akan mengevaluasi efektifitas pembinaan atlet. Hal ini dilakukan buntut dari melesetnya beberapa cabang olahraga unggulan Jawa Tengah meraih prestasi  dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS ) kemarin.

Urip mengatakan bahwa banyak bermunculan bibit bibit baru dari beberapa provinsi yang tidak terduga. Ia mencontohkan atletik. Jawa Tengah sangat diperhitungkan untuk nomor olahraga ini. Namun, digelaran Popnas kemarin muncul atlet lari 400 meter dari NTT yang dinilai cukup luar biasa.

“Di kejuaraan-kejuaraan yang ada dia nggak pernah muncul. Tapi kemarin muncul tanpa kami duga. Itu juga yang membuat perkiraan kami meleset,” ujar Urip saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang beberapa waktu lalu.

Sementara itu, untuk nomor olahraga lain, Urip juga akan melakukan evaluasi. Seperti nomor sepak takraw yang mana sebelumnya sudah mampu menjadi juara umum dalam gelaran Kejurnas.

“Saat pertandingan baik baik saja, mereka lepas. tapi kurang tau apa yang menjadi pengaruh. Padahal yang masuk ke final juga banyak sekali terbukti dengan bayak yang mendapat perak hang cukup banyak,” jelas Urip.

“Kita agak kaget juga terus terang. Padahal pemainnya sama, lawannya juga sama,” imbuhnya.

Sementara itu, Urip juga mengapresiasi nomor olahraga yang justru mampu over prestasi dalam gelaran Popnas lalu. Seperti pencak silat dan gulat. “Nomor ini justru mencetak prestasi yang luar biasa,” Ujar Urip.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa olahraga unggulan Jawa Tengah tumbang dalam gelaran Popnas XIV yang pelaksanaannya dilakukan di Jawa Tengah. Dari target 48 emas, Jawa Tengah hanya mampu mengoleksi 40 emas, atau minus 8 emas dalam gelaran dua tahunan ini. (cr4/zal)