Pancurwening Siap Jadi Sentra batik

557
TRADISI: Warga Desa Pancurwening saat mengikuti pelatihan membatik (Dok Kecamatan Wonosobo).
TRADISI: Warga Desa Pancurwening saat mengikuti pelatihan membatik (Dok Kecamatan Wonosobo).

WONOSOBO – Kesuksesan batik Bumi Tanoshi karya warga Kelurahan Tawangsari menjadi inspirasi bagi pengrajin batik di desa-desa lainnya. Warga Desa Pancurwening Kecamatan Wonosobo terinspirasi mencoba peruntungan dari usaha batik.

“Proyeksi kami, Pancurwening nantinya bisa menjadi sentra kerajinan batik khas Wonosobo yang kedua, setelah Bumi Tanoshi di Kelurahan Tawangsari,” terang Camat Wonosobo Zulfa Ahsan Alim, Selasa (19/9). Pihaknya menggelar pelatihan membatik untuk warga yang berlangsung 18-20 September 2017.

Pasangan suami istri penggagas Bumi Tanoshi, Waluyo dan Sa’diyah diundang untuk berbagi ilmu dengan warga Pancurwening. Ada sekitar 30 warga yang antusias mengikuti pelatihan.

Mengingat peluang bisnis batik khas Wonosobo masih sangat terbuka, Zulfa meyakini, upaya mengembangkan Pancurwening sebagai sentra batik akan bisa diwujudkan. “Industri ini masih sangat bagus dari sisi pemasarannya. Bahkan sekelas Bumi Tanoshi saat ini sudah mulai kewalahan melayani permintaan konsumen,” tegas Zulfa. (cr2/ton)