Marak, Pelanggaran Truk Kelebihan Muatan

691
TERLALU TINGGI: Petugas Satlantas Polres Temanggung menghentikan truk yang kelebihan muatan dalam razia bersama di Jalan Suwandi-Suwardi Temanggung, Selasa (19/9) (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
TERLALU TINGGI: Petugas Satlantas Polres Temanggung menghentikan truk yang kelebihan muatan dalam razia bersama di Jalan Suwandi-Suwardi Temanggung, Selasa (19/9) (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).

TEMANGGUNG—Satlantas Polres Temanggung bersama Pengadilan Negeri (PN) dan Kejari menggelar razia bersama, sekaligus sidang di tempat. Razia terpusat di Jalan Suwadi Suwardi atau depan kantor Satlantas Polres Temanggung Kowangan, pada Selasa (19/9) siang.

KBO Satlantas Polres Temanggung Iptu Sugihartono menuturkan, razia untuk meningkatkan sinergitas antara Polres, PN, dan Kejari. Tujuanya, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berdisiplin berlalu lintas. Sekaligus, menekan angka kecelakan.

“Siang ini (kemarin, red), razia yang dimulai pukul 14.30 dan berakhir pukul 16.00, kita berhasil menindak 55 pelanggar.” Rinciannya, Surat Tanda Nomor Bermotor (STNK) 35, Surat Izin Mengemudi (SIM) 10, dan sepeda motor 5 unit.

Terbanyak, pelanggaran belum memiliki SIM. Lalu, kelengkapan kendaraan, seperti lampu spion dan riting. “Dua bulan lalu, kita sudah menggelar razia bersama PN dan Kejari. Pada 2017 ini, sudah tiga kali dilaksanakan.”

Sugihartono menyampaikan, selain pelanggaran pengendara motor, dijumpai pula banyaknya pelanggaran truk kelebihan muatan. Utamanya, pada malam hari. “Tiap malam, rata-rata ada 3 pelanggar. Dalam sebulan, rata-rata 90 pelanggar. Bagi pelanggar, tetap kita tilang.”

Seorang pelanggar lalin, Neni Dwi, 16, warga Dusun Kemiren, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang mengaku belum cukup umur untuk mendapatkan SIM. (san/isk)