Perangkat 9 Desa Belum Diikutkan BPJS

584
PENCANANGAN : Pihak BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Semarang menerbangkan balon sebagai bentuk simbolis pencanangan Desa Kalisidi sebagai Desa JKS, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PENCANANGAN : Pihak BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Semarang menerbangkan balon sebagai bentuk simbolis pencanangan Desa Kalisidi sebagai Desa JKS, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN–Hingga kini masih ada sembilan desa yang perangkatnya belum menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinas Permasdes) Kabupaten Semarang Mindarto usai lomba lari bertajuk Kalisidi Melaju 3.000 Meter di Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat yang digagas oleh BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Semarang, Senin (18/9) kemarin.

“Perangkat desa tinggal 9 desa yang belum jadi peserta dari 208 desa (di Kabupaten Semarang). Prinsipnya, Pak Bupati menginginkan semua desa menjadi peserta,” ujar Mindarto.

Kepala Desa Kalisidi Dimas Prayitno Putra mengatakan melalui alokasi dana desa (ADD) tahun 2017, seluruh perangkat di desanya sesuai ketentuan telah diikutkan menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Sedangkan untuk para perangkat yang ada di kelembagaan desa, meliputi ketua RT, ketua RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) diikutkan dalam dua jaminan dengan pembiayaan bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD). “Ada 21 perangkat desa, 11 anggaota BPD, 37 ketua RT/RW dan 22 anggota LMDH yang sudah jadi peserta,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, Budi Santoso mengungkapkan saat ini hampir 9.000 masyarakat di Kabupaten Semarang yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mandiri. Mereka terdiri atas para pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) seperti perangkat desa, petani, tukang ojek, gruru hinorer, buruh harian lepas dan pekerja sektor informal lainnya. “Pencanangan desa sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (JSK) ini adalah salah satu upaya untuk memperluas dan menambah kepersertaan BPJS Ketenegakerjaan perorangan,” ujarnya.

Pihaknya optimistis, dengan program desa sadar JSK ini, target kepesertaan tahun 2018 sebanyak 16.000 peserta akan tercapai. Dan tingkat kepesertaan masyarakat dalam BPJS Ketenagakerjaan di suatu desa akan menjadi salah satu indikator tingkat kesejahteraan masyarakat di desa yang bersangkutan. “Prinsipnya kalau semua sudah terlindungi, berarti masyarakat sejahtera. Karena mereka membayar iuran, berarti dia ada kemampuan,” katanya.

Selain Desa Kalisidi, terdapat lima desa lainnya yang mencanangkan status desa sadar JSK. Adalah Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat, Desa Munding Kecamatan Bergas, Desa Pringsari Kecamatan Pringapus, Desa Suruh Kecamatan Suruh dan Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa. (ewb/ida)