Targetkan 200 Juta Donasi Rohingya

308
DISKUSI: Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari (kiri) saat mengisi diskusi ideologi dan wacana kebangsaan Muhammadyah di Banaran Cafe Kecamatan Bawen, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
DISKUSI: Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari (kiri) saat mengisi diskusi ideologi dan wacana kebangsaan Muhammadyah di Banaran Cafe Kecamatan Bawen, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN – Aksi pengumpulan donasi untuk muslim Rohingya kian meluas. Pengurus Muhammadyah Kota Semarang mentargetkan total donasi yang akan disumbangkan ke Rohingya sebesar Rp 200 juta.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Majelis Pendidikan Kader Kepemimpinan Muhammadyah Kota Semarang, Syaifulloh saat diskusi ideologi dan wacana kebangsaan Muhammadyah di Banaran Cafe Kecamatan Bawen, Minggu (10/9).

“Saat ini sudah terkumpul sekitar Rp 50 juta, itu belum dari unit yang lain seperti rumah sakit Rumani Kota Semarang sudah terkumpul Rp 25 juta donasi,” ujar Syaifulloh.

Dikatakannya, adanya aksi pengumpulan donasi tersebut merupakan intruksi langsung dari pimpinan pusat Muhammadyah. “Muhammadyah, baik dari pusat sampai ke ranting sudah memberikan empati dan aksi nyata,” katanya.

Ditegaskan Syaifulloh, saat ini ormas Islam yang yang sudah memberikan aksi nyata baru Muhammadyah.

“Kita dari pimpinan pusat, baru Muhammadyah yang bisa masuk ke sana. Intruksi dari pimpinan Muhammadyah untuk menggerakkan kader fokus ke rohingnya,” ujarnya. Hasil kotak infaq untuk Rohingya tersebut rencanannya akan disetorkan ke pengurus pusat kemudian disalurkan ke umat muslim Rohingya.

“Muhammadiah tidak hanya ngomong namun juga aksi. Kita tidak tertarik untuk demo namun lebih keaksi yang nyata,” katanya. Terkait kasus Rohingya, kepada Pemerintah Jawa Tengah ia berharap supaya juga ikut andil dalam aksi kemanusiaan ini.

“Apalagi yang kita lihat disitu ada terjadi pengusiran. Mereka menempati disitu sudah dari lama. Siapapun dipemerintah baik harus ada kepedulian,” katanya. Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari menilai tentangan dari masyarakat Indonesia atas kekerasan yang terjadi terhadap etnis Rohingya sudah tepat.

Sementara itu, lanjutnya, langkah Pemerintah Indonesia dengan menemui Pemerintah Myanmar terkait kasus Rohingya sudah tepat. Ia juga berharap, sikap pro aktif juga ditujukan oleh negara di kawasan Asia Tenggara yang lain.

Untuk ikut mengeluarkan peringatan keras terhadap krisis kemanusiaan di Rohingya. “Dilihat dari sisi kemanusiaan kita wajib ada kepedulian. Apalagi jika sesama muslim, kita sangat tersakiti dengan kasus rohingnya,” ujarnya. (ewb/zal)