Tanamkan Nasionalisme

607
Dina Wulandari (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
Dina Wulandari (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).

DINA Wulandari, guru MI Miftahul Huda (Mida) Pandemulyo Bulu, Kabupaten Temanggung, punya cara tersendiri untuk menanamkan nasionalisme pada peserta didiknya. Caranya, ia tidak segan-segan menghukum murid-muridnya yang tidak taat aturan.

“Setiap hari, saya selalu memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa. Siswa yang tidak mengerjakan, saya beri hukuman dengan maju ke depan, menyanyi lagu-lagu kebangsaan,” kata Dina kepada Jawa Pos Rada Kedu.

Dina mengatakan, selain meminta siswa menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, ia juga meminta siswa untuk melafalkan teks Pancasila dan pembukaan UUD 1945. Di sela mengajar, agar tidak monoton, Dina selalu memberikan ice breaking.

“Setiap mengajar, saya selalu sisipi permainan lucu dan mendidik. Dalam permainan itu, jika siswa salah atau tidak sesuai instruksi, maka saya minta dia maju ke depan. Ini untuk melatih mental,” ungkap alumnus Jurusan Tarbiyah Fakultas Agama Islam (FAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung itu.

Terkait profesi yang digelutinya sejak 2015 silam, Dina mengaku sudah cita-citanya sejak kecil. Ketika SD, ia sudah ingin menjadi guru. “Menjadi guru ternyata mengasyikan, bisa bercengkerama dengan anak-anak, menyampaikan ilmu, lalu siswa menjadi pintar (berprestasi) ada kepuasan batin.” (san/isk)