Ribuan Warga Antre Daging Kurban

625
MENGULAR : Warga kurang mampu di Kota Semarang rela mengantre panjang untuk mendapatkan daging kurban di Masjid Agung, Kauman, Semarang, Jumat (1/9) kemarin (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MENGULAR : Warga kurang mampu di Kota Semarang rela mengantre panjang untuk mendapatkan daging kurban di Masjid Agung, Kauman, Semarang, Jumat (1/9) kemarin (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Ribuan warga kurang mampu di Kota Semarang, Jumat (1/9) kemarin, mengantre hewan kurban di Masjid Agung, Kauman, Semarang. Mereka dibagi dalam dalam dua kelompok yakni laki-laki dan perempuan yang mengular sepanjang 200 meter. Akibat pembagian tersebut, Jalan Wahid Hasyim macet. Bahkan beberapa warga memanfaatkan momen tersebut dengan menjual minuman di sekitar lokasi tersebut.

Mereka masuk masjid melalui pintu sebelah timur untuk mengambil daging kurban tetapi sebelumnya jari tangan mereka dimasukkan ke dalam tinta sebagai tanda kalau sudah mendapatkan daging. Setelah mendapatkan daging mereka keluar menuju Jalan Pemuda. Tetapi di jalan tersebut banyak warga yang menjual daging kepada penadah dengan kisaran harga mulai dari Rp 20 ribu sampai dengan Rp 25 ribu.

Ketua Panitia, Muhaimin mengatakan tahun ini Masjid Agung Kauman Semarang menyembelih kambing sebanyak 52 ekpr dan sapi 17 ekor. “Tahun ini, jumlah kambing menurun, tetapi sapi meningkat tiga ekor,” katanya.

Demikian halnya di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang disesaki ribuan kaum muslim yang hendak salat Idul Adha, pukul 06.00 pagi. Jamaah meluber hingga pelataran masjid. Empat dari enam payung raksasa yang baru selesai direnovasi dibentangkan untuk melindungi jamaah dari silaunya mentari pagi.

Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Yos Johan Utama, didaulat menjadi khatib. Sedangkan imam salat yaitu KH Zaenuri Ahmad AH. ”Jiwa berkurban harus kembali berkobar di dalam jiwa umat Islam Indonesia. Kita harus berani keluar dari posisi nyaman, untuk berani berjuang dengan tujuan agar NKRI menjadi negeri yang makmur,” kata Prof Yos dalam khutbahnya.

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko yang ikut melaksanakan salat Idul Adha di MAJT, mengungkapkan bahwa kebersamaan dengan warga Jateng saat merayakan Idul Adha memiliki makna tersendiri. Tak hanya ibadah dan berkurban, tapi juga wujud gotong-royong. Heru juga menyerahkan seekor sapi kurban milik keluarga Presiden RI Joko Widodo, dan seekor sapi kurban yang dibelinya secara pribadi untuk panitia Idul Adha MAJT. Ketua Panitia Idul Adha MAJT, Sarjuli mengutarakan, tahun ini panitia Iduladha MAJT menerima hewan kurban berupa delapan ekor sapi. Serta sebanyak 25 ekor kambing.

Sementara itu, ratusan jamaah juga memadati kawasan Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang sejak pukul 05.30 pagi, Jumat (1/9) kemarin. Untuk melaksanakan ibadah salat Idul Adha 1438 H di Masjid Raya Baiturrahman Semarang.

Ulil Abshor Al Hafidz menjadi imam salat. Sedangkan khatib dalam Idul Adha kali ini adalah Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Anis Malik Toha. Dalam khotbahnya, ia mengajak para jamaah menjaga kerukunan sesama manusia supaya tercipta kerukunan berbangsa.

Turut hadir dalam salat Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman Semarang Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jateng Farhani, serta Ketua Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Ahmad Daroji.

Sementara itu, pelaksanaan pemotongan hewan qurban di Masjid Baiturrahman Semarang akan dilakukan esok hari, Sabtu (2/9). Pasalnya, pihak Masjid Baiturrahman masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut berkurban. “Hingga pukul 22.00 tadi malam, Kamis (31/8) jumlah hewan kurban disini ada 9 ekor sapi, 1 ekor kerbau dan 38 ekor kambing,” ungkap Ketua Panitia Kurban Masjid Baiturrahman Semarang, KH Anashom kepada Jawa Pos Radar Semarang. Anashom membeberkan, nantinya hasil dari sejumlah hewan qurban tersebut dikemas menjadi 2000 kantong/bungkus yang masing-masingnya berisi 5 ons + tulang. (hid/amh/tsa/ida)