Anggaran Bantuan Difabel Terbatas

475
SABAR MENUNGGU : Orang tua difabel saat mengantre penyerahan bantuan dari Pemkab Wonosobo Rabu (30/8) lalu (Zain Zainudin radar kedu).
SABAR MENUNGGU : Orang tua difabel saat mengantre penyerahan bantuan dari Pemkab Wonosobo Rabu (30/8) lalu (Zain Zainudin radar kedu).

WONOSOBO – Komitmen Pemerintah Labupaten (Pemkab) Wonosobo menjadikan Wonosobo sebagai kota ramah HAM masih membutuhkan perjuangan panjang. Warga difabel Wonosobo sebanyak 600 orang, butuh terus dimotivasi, dibantu alat agar bisa berkreasi, perlu diberikan bantuan untuk kebutuhan medis. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut membutuhkan dana tidak sedikit bagi pemkab.

Seperti tahun 2017 ini, karena anggaran Kabupaten Wonosobo sangat terbatas, baru bisa membantu dana 311 difabel. Besarannya Rp 1,4 juta per orang. Adapun total anggaran sebanyak Rp 435 juta.

“Kita belum bisa memberikan rata ke semua difabel karena keterbatasan anggaran. Meski demikian dibanding 2016 sudah ada kenaikan mengenai jumlah difabel yang dibantu,” terang kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes), Muawal Sholeh, dalam penyerahan bantuan kepada 311 difabel baru-baru ini.

Pada 2016, sambung dia, bantuan untuk difabel  baru mengover 200-an orang di Wonosobo. Kali ini telah mencapai 311 difabel yang dibantu. Padahal pihaknya mengajukan anggaran sebanyak 700 orang.

“Pemerintah telah berupaya optimal. Alasan belum terjangkau semua karena anggaran dana kita terbatas,” katanya kembali menegaskan.

Sementara itu, koordinator TKSK Kabupaten, Tri Purwanto mengapresiasi komitmen yang ditunjukkan pemkab kepada insan difabel di Wonosobo. Namun demikian ia menyebut perhatian itu semestinya tidak hanya soal dana. Perhatian dalam bentuk lain yang bersifat imateril juga perlu diperhatikan. “Mereka butuh keahlian, pendampingan psikologis. Mereka butuh mengakses sekolah dan macam-macam. Warga difabel butuh perhatian lebih sekadar uang. Meski itu juga dibutuhkan,” katanya.

Menanggapi bantuan yang telah diberikan, ia berharap mampu meringankan sedikit beban ekonomi keluarga penyandang disabilitas.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Pemkab atas perhatian yang diberikan. Ke depan semoga lebih banyak lagi warga difabel yang tercover,” harapnya.

Selaras dengan pendapat Tri, Bupati Wonosobo, Eko Purnomo juga menyebut, warga berkebutuhan khusus perlu mendapat perhatian bersama. Mereka, katanya, memiliki hak sama mengakses pendidikan, kesehatan. Lebih dari itu, pendampingan untuk menumbuhkan nalar kreatif warga difabel juga perlu dipikirkan. “Kita sangat berharap warga difabel bisa berkarya tidak hanya berdiam diri merenungi nasib. Masih ada yang bisa diperbuat,” pesannya. (cr3/lis)