Tambi Luncurkan Teh Wangi

661
CICIPI TEH: Dewan juri lomba seduh teh yang digelar PT Tambi tengah mencicipi racikan salah satu peserta perwakilan PKK kecamatan di Wonosobo, Selasa (29/8) (SUMALI IBNU CHAMID/Jawa Pos Radar Kedu).
CICIPI TEH: Dewan juri lomba seduh teh yang digelar PT Tambi tengah mencicipi racikan salah satu peserta perwakilan PKK kecamatan di Wonosobo, Selasa (29/8) (SUMALI IBNU CHAMID/Jawa Pos Radar Kedu).

WONOSOBO–PT Tambi Perusahaan Perkebunan Teh Wonosobo memasuki usia ke-60 tahun. Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Tambi terus melakukan terobosan. Di antaranya, pada tahun ini, memulai produksi Teh Wangi Sindoro. Varian baru ini diharapkan akan memperluas jaringan pasar.

Peringatan 60 tahun PT Tambi, pada Selasa (29/8) kemarin, dipusatkan di Pendopo Kabupaten. Serangkaian acara sebelumnya sudah digelar. Di antaranya, peluncuran produk baru Teh Wangi Sindoro, lomba video iklan Tambi, dan lomba seduh teh untuk para ibu rumah tangga bekerja sama dengan PKK Wonosobo.

Direktur Utama PT Tambi, Agus Wibowo, mengatakan, sebagai perusahaan produsen teh, PT Tambi terus melakukan terobosan. Meski sudah memegang pasar ekspor, pihaknya tetap memperluas jaringan pasar dalam negeri. “Kami juga terus melakukan inovasi dalam pemeliharaan perkebunan dengan pola organik.”

Untuk produk baru, kata Agus, tahun ini meluncurkan produk teh. Yakni, Teh Wangi bermerek Sindoro. Teh ini merupakan varian baru yang belum pernah diproduksi. Teh wangi dianggap bakal mampu merebut pasar. Karena produksi sebelumnya, Teh Hitam, Teh Hijau, dan bunga melati asli. “Kami sudah lakukan uji coba beberapa kali. Uji kelayakan dari rasa, aroma, hingga manfaatnya bagi tubuh. Tahun ini sudah mulai dipasarkan,” kata Agus.

Selain memproduksi varian baru, lanjut Agus, untuk mendekatkan kreasi teh bagi konsumen, juga digelar lomba seduh teh oleh ibu rumah tangga. Pesertanya, perwakilan PKK Kecamatan. Dengan pola ini, mendorong ibu rumah tangga mengembangkan berbagai rasa teh.

“Hasilnya, berbagai varian rasa teh muncul. Ada yang dikombinasikan dengan rempah, kemudian cengkeh, ada juga yang dikombinasikan dengan bunga krisan sebagai salah satu bunga yang tumbuh di Wonosobo.”

Agus menyampaikan,m juri dalam lomba tersebut menghadirkan para ahli. Di antaranya, Dr. Dadan Rohdiana dari Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung Jawa Barat. Juga, Ghazali Rahman, pelaku teh nasional dan Vladimir Godzalit, pelaku teh dunia asal Rusia.

Hasil lomba seduh teh dimenangkan oleh PKK Kecamatan Kejajar sebagai juara 1. PKK Kecamatan Garung (juara 2), serta juara 3 diraih oleh PKK Kecamatan Leksono. “Upaya ini juga menumbuhkan bagi PKK dalam menanam berbagai campuran teh, agar memanfaatkan halaman untuk menanam bunga krisan dan berbagai jenis rempah rempah lain,” kata Agus.

Sedangkan untuk lomba video iklan, sebagai juri Sumali Ibnu Chamid (jurnalis Jawa Pos Radar Kedu) dan Fatonah Ismangil, praktisi penyiaran. Dari 39 karya yang masuk, terpilih tiga pemenang. Yakni, Arba Nurrokhman sebagai juara 1, Raka Aditya Putra (juara 2), dan juara 3 diraih oleh Jefri Nur Alamsyah. “Lomba iklan video ini kami buat menjadi wadah apresiasi videografer Wonosobo agar terus tumbuh daya kreatifnya tidak sekadar ajang lomba,” pungkas Agus. (ali/isk)