Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Capai Rp 20 M

832

UNGARAN–Jumlah tunggakan warga yang menjadi peserta BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Ungaran hingga kini cukup bersar. Pasalnya, hingga kini tunggakan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) mencapai Rp 20 miliar.

“Itu tunggakan di peserta yang belum terbayar,” kata Kepala BPJS Kesehatan KC Ungaran Juliansyah, Selasa (22/8) kemarin.

Jumlah tersebut merupakan perhitungan global dari peserta di tiga wilayah cakupan kerja BPJS Kesehatan KC Ungaran. Di antaranya Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dam Kabupaten Kendal. “Jumlah itu untuk semua kelas di semua cakupan wilayah kerja kami,” ujarnya.

Kesadaran peserta untuk melakukan pembayaran masih minim. Adapun cara yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan KC Ungaran yaitu menggandeng bidan desa melalui kerjasama dengan Dinas Kesehatan. Bidan desa tersebut bertugas menagih iuran bulanan dari peserta BPJS Kesehatan.

Cara tersebut dinilai efektif. Terbukti di Kabupaten Semarang saja sebesar 67 persen dari semua peserta BPJS Kesehatan sudah membayar. “Masih ada 33 persen menunggak,” katanya.

Data BPJS Kesehatan KC Ungaran, sebanyak 61,7 persen dari total jumlah penduduk di Kabupaten Semarang, Kendal dan Kota Salatiga sudah menjadi peserta. Dari total penduduk di tiga wilayah tersebut, yaitu 2.177.904 jiwa baru 1.344.823 penduduk yang terdaftar di BPJS Kesehatan.

Juliansyah menambahkan dari jumlah penduduk yang telah terdaftar di BPJS Kesehatan 485.885 warga. “Jumlah keseluruhan penduduk di Kabupaten Semarang pada tahun 2017 yaitu 1.032.587. Jadi, tidak ada separuh dari total jumlah penduduk Kabupaten Semarang yang telah terdaftar di BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Pihaknya terus melakukan sosialisasi hingga upaya jemput bola agar masyarakat dapat menjadi anggota program JKN-KIS. “BPJS Kesehatan mempermudah pendaftaran anggota baru, karena kami memiliki sejumlah kanal pendaftaran seperti datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan, website, care center, BPJS mobile, hingga kantor kecamatan,” katanya.

Dari sejumlah kanal pendaftaran tersebut, kata Juliansyah, pendaftaran di kantor BPJS masih mendominasi, disusul pendaftaran melalui care center 1500400. “Kami berterima kasih kepada pemerintah kabupaten/kota yang mengintegrasikan program Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) ke JKN-KIS,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SDM BPJS Kesehatan KC Ungaran, Beny Susilo menambahkan terkait peserta Jamkesda terintegrasi JKN-KIS, untuk Kabupaten Semarang mencapai 36.130 peserta, 19.843 peserta dari Kendal dan 20.263 peserta dari Salatiga.

Selain ingin meningkatkan jumlah keanggotaan JKN-KIS, BPJS Kesehatan juga berupaya menambah jumlah fasilitas kesehatan mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

“Pada semester pertama tahun 2017 ini sudah ada 222 FKTP dan 15 FKRTL di tiga wilayah tersebut yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun 2016 lalu, yakni 217 FKTP dan 13 FKRTL,” katanya. (ewb/ida)