AHY Ogah Dikaitkan Pilpres dan Pilgub

330
BERI SEMANGAT : Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) penuh semangat memberikan motivasi kepada mahasiswa di Kampus Unnes, Senin (21/8) kemarin (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERI SEMANGAT : Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) penuh semangat memberikan motivasi kepada mahasiswa di Kampus Unnes, Senin (21/8) kemarin (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG–Mantan calon Gubernur DKI Jakarta sekaligus putera sulung mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (UNNES), di Gedung Prof Wuryanto, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Senin (21/8) kemarin.

Pria yang menjabat Executive Director The Yudhoyono Institute, menolak dikaitkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ataupun Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018. Dalam kegiatan roadshow di berbagai daerah termasuk di Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip). “Saya kesini hanya memberikan semangat dan bertukar pikiran kepada para mahasiwa untuk membangun bangsa ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa dirinya berupaya membangun komunikasi dan memberikan semangat kepada ribuan mahasiswa. “Jangan dikaitkan (Pilpres/Pilgub, red), saat ini fokusnya hanya memberikan kuliah umum guna membangun komunikasi dan memberikan semangat adik-adik. Kalau saya ke Jawa Timur, dibilang mau nyalon kesana, pekan depan saya mau ke Jawa Barat nanti dikira mau nyalon gubernur juga?” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga mengajak mahasiswa Unnes mempersiapkan terwujudnya Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia Emas adalah terminologi yang sering digunakan untuk merujuk berbagai kondisi ideal bangsa Indonesia pada usia ke-100 mendatang. Karena itu, untuk mewujudkan kondisi ideal di berbagai bidang, pembangunan sumber daya manusia harus diutamakan. Terlebih, ke depan akan ada tantangan dari eksternal atapun internal. “Saya mendorong mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri dan mengembangkan bakatnya ebaik, mungkin untuk bisa mengantisipasinya,” jelasnya.

Ia mengaku kagum kepada Raeni, meski anak seorang tukang becak tapi bisa lulus terbaik dan dapat beasiswa ke Inggris. Saat itu, mantan presiden SBY sempat bertemu dengan Raeni. Ia berharap akan ada Raeni baru di Unnes, yang memiliki semangat tinggi untuk belajar. “Saya hanya sempat berkirim email. Saya harap, disini ada dan hidup lagi Raeni lainnya,” terangnya.

Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr Bambang Budi Raharjo MSi mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan mahasiswa dengan aneka program pendidikan yang berorientasi pada terbentuknya karakter yang tak hanya berfokus di bidang akademik. “Saat ini, dikembangkan program tambahan seperti kegiatan kepramukaan dan bela negara untuk mewujudkan mahasiswa yang cerdas, berintegritas, dan cinta tanah air kepada para mahaiswa baru,” jelasnya. (den/ida)