Abu Pasar Kaliwungu Dilabfor

340
LULUH LANTAK: Kondisi Pasar Pagi Kaliwungu paska insiden kebakaran yang merobohkan seluruh bangunan pasar (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
LULUH LANTAK: Kondisi Pasar Pagi Kaliwungu paska insiden kebakaran yang merobohkan seluruh bangunan pasar (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran pasar pagi Kaliwungu. Hal itu untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran yang menghabiskan 367 bangunan pasar.

Empat petugas Labfor dipimpin AKBP Teguh Prihmono diterjunkan untuk melakukan penelitian. Petugas menyasar kios belakang milik Siti Sarbiah, 45, pedagang gerabah. Yakni tempat asal api kebakaran.

Petugas juga sempat bertanya kepada Siti soal kondisi kelistrikan di kiosnya sebelum peristiwa kebakaran. “Waktu itu saya pulang sekitar jam 15.00 lebih. Seingat saya, lampu sudah saya cabut,” kata Siti, Senin (21/8).

Petugas memeriksa setiap bagian kios yang sudah ludes terbakar itu. Meteran listrik yang sudah gosong juga diteliti, termasuk saluran kabel hingga ke besi di bagian atap. Sejumlah barang bukti yang diambil tim Labfor antara lain kabel gosong dan abu sisa-sisa terbakar di tanah.

AKBP Teguh Prihmono mengatakan pihaknya menganalisa sumber panas termasuk dari benda elektronika.  “Ya dari sumber panas yang berpotensi,” kata Teguh.

Sementara para pedagang yang kios, lapak maupun losnya terbakar mulai merencanakan tempat yang akan dijadikan lokasi pasar darurat. Kemarin ratusan pedagang dikumpulkan di Kecamatan Kaliwungu untuk membahas tempat darurat.

“Sesuai kesepakatan pedagang, nantinya tempa pasar darurat halaman sebelah pasar, yakni eks parkir mobil maupun truk dan andong. Selain itu halaman parkir bagian depan,” kata Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu, Muhamad Mas’ud.

Dikatakannya, ada 367 pedagang nantinya yang akan menempati lapak darurat. Perihal penataannya, nantinya akan dilakukan setelah dari Pemerintah daerah melakukan pemetaan tempat dan besaran luas lapak darurat yang disediakan.

“Nanti akan diukur dulu oleh Dinas Perdagangan, setelah itu dilakiukan pemetaan tempat dan klasaifikasi pedagang. Kemunkinan setiap lapak hanya seluas 1,5-2 meter persegi. Sangat kecil memang, tapi mau gimana lagi. Karena memang kondisinya darurat,” tambahnya.

Camat Kaliwungu, Dwi Cahyono didampingi Kapolsek Kaliwungu AKP Nanung Nugroho menyampaikan sebenarnya ada dua alterntif tempat yakni Halaman Kecamatan Kaliwungu Selatan dan Desa Sarirejo. “Tapi pedagang memilih di lokasi parkir pasar, alasannya biar tidak kehilangan pelanggan,” tandasnya.

Untuk diketahui, pasar pagi Kaliwungu terbakar pukul 18.30 WIB hari Sabtu lalu. Sekitar 80 persen bagian pasar ludes terbakar dengan total ada 367 kios dan lapak yang terbakar. (bud/zal)