Mahasiswa UGM Pemberdayaan Dua Desa

696
PENGABDIAN : Penerimaan mahasiswa KKN UGM di ruang Bina Praja, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGABDIAN : Penerimaan mahasiswa KKN UGM di ruang Bina Praja, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Sebanyak 52 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta mulai kemarin melakukan Kuliah kerja Nyata (KKN) di wilayah Demak. Tepatnya di Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota dan Desa Tambirejo, Kecamatan Gajah.

Mereka dilepas Bupati Demak HM Natsir dan Sekda dr Singgih Setyono MMR di Pendopo Kabupaten, Jalan Kiai Singkil. Dalam kesempatan itu, Bupati HM Natsir menyampaikan, KKN merupakan wujud dari tri dharma perguruan tinggi (PT) yang meliputi pendidikan dan pengajaran sekaligus pengabdian masyarakat. Di dalamnya juga ada penelitian dan pengembangan kemampuan berinteraksi dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“KKN juga bermanfaat untuk peningkatan kapasitas kualitas diri mahasiswa dalam mengintegrasikan program yang ada secara langsung di masyarakat,” katanya.

Bupati juga menambahkan, bahwa mahasiswa berperan sebagai inspirator, motivator, mobilisator, dan fasilitator serta problem solver bagi permasalahan bangsa. “Mahasiswa juga mempunyai kesempatan yang luas untuk menerapkan disiplin ilmunya dimasyarakat,” jelas dia.

Bupati mengatakan, desa termasuk di Demak yang menjadi lokasi KKN membutuhkan pendampingan dalam perencanaan, maupun pelaksanaan pembangunan, utamanya dalam penerapan ilmu dan tekhnologi terbaru dari mahasiswa KKN. Karena itu, dia berharap para mahasiswa yang sedang KKN dapat membantu memajukan dan membangun desa tersebut.

Plt Kepala Bappeda Pemkab Demak Agus Supriyanto mengungkapkan, KKN akan berlangsung hingga 4 Agustus mendatang. Dari 52 mahasiswa yang ada, 23 orang di Desa Kedondong dan 29 orang di Desa Tambirejo. “Adapun fokus kegiatannya adalah di bidang kesehatan. Mereka berkoordinasi dengan puskesmas setempat serta melakukan pemberdayaan masyarakat dibidang ekonomi desa dan tekhnologi informasi,” jelasnya.

Dosen Pembimbing Dimas Wihardiyanto mengatakan, KKN UGM menginjak usia ke-10 setelah mengubah paradigma dari KKN konvensional menjadi KKN PPM. Ini dilakukan untuk mengurai permasalahan yang ada di wilayah yang ditempati. Dengan demikian, kegiatan lebih fokus dan terarah.

“Kali ini, Kabupaten Demak yang kita jadikan lokasi mendapatkan tema Desa Bodyguard. Ini tidak mudah karena mahasiswa sebelumnya terbiasa dengan teori perkualihan dan harus terjun langsung ke desa yang sebenarnya,” katanya. (hib/ida)