Harga Pangan Masih Stabil

472

SEMARANG – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, harga kebutuhan pangan di sejumlah pasar tradisional masih relatif stabil. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga. Dengan kondisi seperti ini, inflasi bulan Juni diperkirakan tidak akan melambung tinggi.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Johar Relokasi, Yamti mengatakan, harga komoditas cabai baru-baru ini turun. Saat ini cabai merah keriting Rp 10 ribu per kilogram, rawit hijau Rp 20 ribu per kilogram, dan cabai setan Rp 24 ribu per kilogram. “Saat ini sedang masa panen raya, pasokan melimpah, jadi harganya turun. Harga cabai sendiri memang naik turunnya sangat ditentukan dengan pasokan, pasokan sedikit langsung naik, melimpah langsung turun,” ujarnya, kemarin.

Begitu juga dengan ayam potong dan daging sapi yang sejauh ini masih stabil. Per kilogram harga daging sapi di pasar Johar rata-rata Rp 95 ribu per kilogram. Sedangkan ayam potong juga stabil dengan harga Rp 29 ribu per kilogram.

Salah seorang Pedagang Gula Merah di Pasar Johar, Hj. Murni juga mengungkapkan hal yang serupa. Saat ini harga gula merah kualitas super mencapai Rp 14 ribu per kg. Gula merah dipasok dari Banjarnegara, Cilacap dan Ciamis. “Harga gula merah masih stabil belum ada kenaikan. Begitu pula dari sisi permintaan masih stabil dengan rata-rata 1 ton per hari,” jelasnya.

Namun demikian, berbeda dengan yang diungkapkan oleh Suwadi, Pedagang Bawang di Pasar Johar. Menurutnya, sejak sebulan terakhir harga bawang putih jenis kating terus meningkat. Saat ini, harga bawang putih kating Rp 65 ribu per kg. Adapun harga normal sebelumnya hanya di kisaran Rp35 ribu per kilogram. “Bawang putih kating belum memasuki masa panen, pasokannya masih minim, jadi harganya naik,” ungkapnya.

Terkait hal ini Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, harga komoditas pangan sejauh ini masih terkendali, dengan harga yang stabil. Terkendalinya harga berkat kerjasama sejumlah pihak, salah satunya Bulog juga turut membantu pengendalian harga dengan menggelontor sejumlah komoditas. “Bulog masih punya banyak stok seperti bawang putih dan lain lain. Kalau pun dibutuhkan, Bulog siap melakukan operasi pasar,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, satgas mafia pangan juga telah dibentuk. Satgas ini tak bertugas mengawasi suplai, ada tidaknya penimbunan bahan pangan hingga dari sisi keamanan pangan, seperti makanan palsu yang sedang marak dan makanan kadaluarsa.

Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng, Rahmat Dwi Saputra mengatakan, melihat pasokan pangan yang masih aman dan tidak terjadi lonjakan yang terlalu tinggi maka diprediksi inflasi Jateng di bulan Juni ini tidak akan naik terlalu tinggi dari bulan lalu. Adapun prediksi inflasi di kisaran 0,7- 1 persen di bulan Juni.  “Bulan Mei lalu inflasi Jateng 0,58 persen, melihat kondisi ini bulan Juni tidak lebih dari 1 persen. Inflasi Juni pun tak banyak terpengaruh dari sektor pangan, melainkan didominasi dari tarif transportasi dan listrik,” ujarnya. (dna/smu)