Serapan Gabah Sesuai Target

Tim Sergap TNI AD Pantau Serapan Gabah Petani

651
PASTIKAN SERAPAN GABAH : Tim Sergap dari TNI AD saat berkunjung ke Makodim Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PASTIKAN SERAPAN GABAH : Tim Sergap dari TNI AD saat berkunjung ke Makodim Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Target serapan gabah di Demak telah tercapai. Hal tersebut untuk swasembada beras agar Indonesia ke depan tidak lagi perlu impor (beras) tapi harus ekspor.

Hal tersebut terungkap saat Koordinator Satgas (Satuan Tugas) Sergap (Serapan Gabah Petani) Mabes TNI AD yang dipimpin Mayjen TNI Bambang Haryanto, serta Kolonel Inf Parwito, melakukan kunjungan kerja ke Kodim 0716/Demak. Mereka diterima langsung oleh Dandim Letkol Inf Agung Udayana.

Perwira tinggi Mabes TNI AD itu secara khusus menerima paparan baik dari Dandim, Kadispertan Demak Ir Wibowo serta Kepala bulog Sub Drive 1 Jateng Eko Prasetyo terkait operasi serapan gabah dengan membeli langsung gabah dari petani. “Kami ingin memastikan serapan gabah di daerah-daerah bisa tercapai sesuai target yang telah ditetapkan,” kata Mayjen TNI Bambang Haryanto di saat memberikan pengarahan di Aula Makodim 0716/Demak.

Ia mengatakan, secara teknis pembelian gabah petani dilakukan Bulog. “Sementara Tim Satgas Sergap TNI hanya mendukung kinerja Bulog dalam melakukan serapan gabah dari petani, sehingga target daerah bisa tercapai optimal,” ujarnya.

Dia menegaskan, pihaknya tidak ingin gabah-gabah panenan petani lari keluar daerah karena perilaku tengkulak. “Sebisa mungkin, padi itu bisa terserap sebanyak-banyaknya ke Bulog di daerah,” kata dia.

Mayjen TNI Bambang Haryanto mengatakan, sebelumnya Kementerian Pertanian meminta bantuan TNI untuk membantu Bulog dalam menyerap gabah atau padi dari petani. Maka dibentuklah Satgas Sergap ini, dan merupakan tindaklanjut dari program Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale).

Dandim 0716/Demak Letkol Inf Agung Udayana menyebutkan, secara keseluruhan panen di Demak mengalami surplus. Ini membuktikan program Upsus pendampingan Sergap ke bulog oleh Babinsa membuahkan hasil karena target penyerapan gabah dan beras di wilayah Jateng, Demak termasuk paling tinggi. Sergap merupakan program TNI dengan Kementan RI. Tujuannya untuk meyakinkan masyarakat tani agar tidak rugi saat panen raya padi. Kemudian mempertahankan stok beras daerah dan nasional serta ikut memonitor harga beras agar tidak dikendalikan oleh tengkulak.

Menurut dia, permainan harga yang dimainkan tengkulak menyebabkan banyak gabah ataupun beras hasil panenan petani lebih banyak terserap pedagang besar luar daerah ketimbang ke Bulog. “Ini yang kami tidak ingin terjadi, karena biasanya tengkulak atau pedagang luar daerah hanya berniat mengacaukan harga pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak Ir Wibowo mengatakan, pihaknya siap mendukung dan menjembatani Tim Satgas Sergap TNI, Bulog, dan petani. “Saat ini pemerintah melalui Instruksi Presiden menetapkan harga Gabah Kering Panen (GKP) Rp 3.700/kg. Sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) GKG Rp 4.600. Sementara para petani menginginkan harga yang lebih tinggi. Karena itu kita memberikan pengertian,” ujarnya. (hib/ida)