Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

596
HASIL RAZIA: Barang bukti peredaran minuman keras di wilayah Polres Magelang Kota dimusnahkan dengan ditimbun tanah, Jumat (26/5). (Agus Hadianto/Radar Kedu)
HASIL RAZIA: Barang bukti peredaran minuman keras di wilayah Polres Magelang Kota dimusnahkan dengan ditimbun tanah, Jumat (26/5). (Agus Hadianto/Radar Kedu)

MAGELANG –Polres Magelang Kota memusnahkan lebih dari 1.000 botol dan bungkus minuman keras (miras). Mayoritas berupa oplosan jenis ciu.

“Miras jenis ciu rata-rata dari luar kota Magelang. Untuk jenis ini dijual dengan sembunyi-sembunyi, tapi kalau yang botolan bermerek terang-terangan,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo saat acara pemusnahan miras di halaman Aspol Ganten Kota Magelang, Jumat (26/5).

Ribuan botol dan bungkus miras ini dimusnahkan dengan cara dituang ke dalam lubang tanah lalu dikubur. Termasuk aneka botol yang terlebih dahulu dipecahkan.

Hari merinci, miras yang dimusnahkan terdiri dari 776 botol miras berbagai merek, 128 bungkus plastik berisi ciu dan arak, 183 botol ciu dan arak berbagai ukuran, dan 11 jeriken berisi ciu seberat 30 liter/jeriken. Barang bukti ini didapat dari tangan 17 penjual. “Beberapa dari mereka adalah pemain lama yang kerap terkena razia dan mendapat sanksi. Mereka sudah menjalani sidang dengan mendapat hukuman denda yang nilainya variatif. Terendah bayar denda Rp 20 juta hingga Rp 50 juta,” beber Hari.

Hari menilai, denda terbilang masih rendah dan dianggap enteng oleh para penjual atau pengedar. Terbukti beberapa dari mereka yang tertangkap sudah berulangkali terkena operasi dan membayar denda. Hari meminta kepada Pemkot Magelang dan DPRD Kota Magelang untuk mengkaji kembali Perda tentang minuman keras agar mereka yang tertangkap dapat kapok.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina mengapresiasi langkah Polri yang sudah melakukan operasi miras dan memusnahkannya. Windarti mengakui, Perda tentang miras perlu ditinjau lagi agar ada efek jera, tapi dengan melihat aturan yang di atasnya. “Selain aturan hukum, terpenting lagi adalah kesadaran masyarakat. Maka, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sadar bahwa miras sangat membahayakan,” kata Windarti. (cr3/ton)