Ingin Jadi Agen Tertib Berkendara

Lebih Dekat dengan Semarang RX King Club (SRC)

835
BERI CONTOH: Anggota Semarang RX King Club saat merayakan hari jadi ke-2 di Lapangan Tembak Kodam IV/Diponegoro, beberapa waktu lalu. (DOKUMENTASI PRIBADI)
BERI CONTOH: Anggota Semarang RX King Club saat merayakan hari jadi ke-2 di Lapangan Tembak Kodam IV/Diponegoro, beberapa waktu lalu. (DOKUMENTASI PRIBADI)

Komunitas pencinta sepeda motor dibentuk bukan hanya untuk menunjukkan eksitensi. Seperti Semarang RX King Club (SRC) yang ingin hadir untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

SRC memang tergolong baru. Komunitas yang dihuni 40 orang pencinta RX King ini lahir 7 Maret 2015 silam.

Ketua Umum SRC, Dwi Martono, menjelaskan, awalnya anggotanya mencapai 100 orang. ”Tapi setelah dipilah-pilah tinggal 40 orang. Kami pilih yang surat-surat kendaraannya masih lengkap,” katanya.

Ketertiban itu sengaja dilakukan untuk menanggalkan kesan negatif di mata masyarakat. Dia mengakui, banyak pengguna RX King yang kebut-kebutan dengan suara bising di jalan raya. ”Nah kami ingin anggota kami justru menjadi agen dalam tertib berkendara,” ucapnya.

Salah satu upayanya adalah menggelar berbagai kegiatan, seperti sosialisasi kepada komunitas motor lain untuk tertib berkendara.

”Sosialisasi tertib berkendara terus dilakukan pada anggota maupun komunitas lain. Di Semarang saja, ada 26 klub sepeda motor RX King. Melalui berbagai kegiatan, kami terus menyosialisasikan agar anggota tertib berkendara dan santun di jalan raya,” katanya.

Selain itu, SRC juga secara rutin memberikan bantuan kepada warga kurang mampu. Setiap pekan, dijadwalkan melakukan santunan ke panti asuhan. Seperti saat kegiatan  temu kangen dalam rangka HUT ke-2 beberapa pekan lalu, komunitas tersebut juga memberikan santunan pada anak-anak yatim dari Panti Asuhan Al Bathilas, Semarang. ”Setiap bulan sekali pasti ke panti asuhan,” ucapnya.

Dengan adanya komunitas ini, lanjutnya, para anggotanya juga bisa jadi ajang silaturahmi dan bertukar pengalaman mengenai banyak hal, mulai dari onderdil motor, modifikasi, bengkel, dan lainnya.

Dikatakan Dwi, hubungan antar anggotanya sudah seperti keluarga, sehingga bisa saling beranjangsana antar satu anggota dengan anggota lain.

Pembina Semarang RX King Club (SRC), Yudi Indras Wiendarto, menambahkan, pihaknya sudah meminta kepada semua anggota komunitas ini menjadi agen tertib berkendara di jalan raya. Harapannya, keberadaannya bisa signifikan menurunkan angka kecelakaan yang sejauh ini memang didominasi kendaraan roda dua.

Untuk mewujudkan itu, lanjut dia,  langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi pada anggota. Hal itu dipandang efektif lantaran kebanyakan anggota komunitas adalah usia muda. Terlebih lagi jumlah klub RX King di Jateng mencapai ratusan dengan jumlah anggota ribuan.

”Komunitas sepeda motor ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tapi juga agen tertib berkendara. Harus ikut berupaya menurunkan angka kecelakaan,” katanya.

Tujuan kedua, lanjut dia, komunitas motor harus bisa menjadi sarana untuk menjaga kebinekaan dan keutuhan bangsa. ”Sebagai wadah kreativitas generasi muda agar terhindar dari hal-hal negatif seperti narkoba dan minuman keras,” ujarnya. (*/aro/ce1)