Polisi Siap Tilang Tanpa Pungli

1687
CEK PASUKAN : Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono saat mengecek pasukan pada Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2017, di halaman Mapolres Batang, Selasa (9/5) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
CEK PASUKAN : Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono saat mengecek pasukan pada Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2017, di halaman Mapolres Batang, Selasa (9/5) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Masyarakat Batang diimbau berhati-hati dalam berkendara. Karena Operasi Patuh Candi akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 9 – 22 Mei 2017. Polisi siap menindak pengendara yang lalai dengan tilang serta menghindari penarikan pungutan liar (Pungli).

Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono menjelaskan bahwa operasi dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan mengutamakan tindakan represif berupa penegakan hukum penilangan, yang terukur bagi para pelanggar lalu lintas tanpa mengesampingkan kegiatan preemtif dan preventif serta dilakukan dengan tindakan Kepolisian yang humanis mengedepankan senyum, sapa, salam

“Operasi kali ini mengedepankan penegakan hukum bagi pelanggar, berupa tilang. Juga menghindari tindakan pungli,” tegas Kapolres pada Apel gelar pasukan Operasi Patuh Candi 2017 di halaman Mapolres Batang, Selasa (9/5) kemarin.

Selama pelaksanaan operasi, imbuhnya, juga mengutamakan keamanan dan keselamatan. Dengan harapan tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat. “Adanya operasi patuh ini, diharapkan mampu mewujudkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, turunnya angka kecelakaan lalu lintas dan mampu menekan jumlah fatalitas korban kecelakaan lalu lintas serta berkurangnya titik kemacetan,” jelas Kapolres.

Karena keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan, bahkan tidak dianggap penting. Kesadaran pengguna lalu lintas, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, maupun pengguna jalan lainnya masih rendah.

“Masih banyak ditemukan pengendara yang melawan arus lalu lintas serta menggunakan kendaraan bak terbuka untuk transportasi masyarakat,” tutur Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut, kapolres berharap kepada jajarannya untuk mensosialisasikan pelaksanaan Operasi Patuh ini kepada masyarakat dengan harapan dapat diketahui sehingga lebih patuh terhadap aturan lalu lintas dengan melengkapi kendaraan maupun kelengkapan diri sehingga aman di jalan.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Batang juga membacakan amanat Kakor Lantas Polri Inspektur Jenderal Polisi Drs Royke Lumowa, yang menjelaskan permasalahan di bidang lalu lintas dewasa ini berkembang dengan cepat dan dinamis. Seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Perkembangan transportasi telah menginjak era digital. Dimana operasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman (cukup menggunakan handphone). Modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya Polantas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut. Polisi lalu lintas terus berupaya melaksanakan program Kapolri yang disebut promoter (profesional-modern-terpercaya),” jelas Kapolres. (han/ida)