Bisa Praktik Perawatan Luka Mandiri

Pelatihan Woundcare Akper Alkautsar Perdana

1319
RAWAT LUKA: Trainer Wocare Center Bogor, Salafuddin Yusra saat menyampaikan materi dalam pelatihan woundcare bagi mahasiswa Akper Alkautsar Temanggung di aula Kampus setempat, Jumat (5/5) lalu. (IST)
RAWAT LUKA: Trainer Wocare Center Bogor, Salafuddin Yusra saat menyampaikan materi dalam pelatihan woundcare bagi mahasiswa Akper Alkautsar Temanggung di aula Kampus setempat, Jumat (5/5) lalu. (IST)

TEMANGGUNG- Akademi Keperawatan (Akper) Alkautsar Temanggung selama empat hari, sejak Selasa (2/5) hingga Jumat (5/5) menggelar pelatihan woundcare bagi mahasiswanya. Kegiatan dengan menghadirkan tim Wocare Center Bogor itu berlangsung di aula Kampus setempat.

Steering commite (SC) Pelatihan Woundcare Akper Alkautsar Parmilah melaporkan, kegiatan ini diikuti 42 mahasiswa tingkat III semester 6. Adapun, tujuan dari pelatihan woundcare ini adalah untuk memberikan bekal ilmu kepada calon lulusan dalam hal perawatan luka yang saat ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak muncul di masyarakat.

“Dengan mengikuti pelatihan ini, kami berharap lulusan Akper Alkautsar akan siap melaksanakan wirausaha bidang keperawatan dan meningkatkan daya saing lulusan di bursa kerja global mendatang,” harap Parmilah.

Trainer Wocare Center Bogor, Vonny Nurmalya menuturkan, perawatan luka dengan cara modern ini bisa menekan angka amputasi di rumah sakit (RS). Selama ini tingkat amputasi masih tinggi karena belum semua tenaga medis, baik dokter, bidan maupun perawat, memiliki kompetensi ini. “Saya kira ilmu ini (perawatan luka modern) harus dimiliki semua tenaga medis di RS, puskesmas ataupun klinik,” ucapnya.

Vonny melanjutkan, dengan kompetensi ini, para mahasiswa nantinya bisa membuka praktik perawatan luka mandiri di rumahnya atau di kampungnya, tanpa harus bergantung menjadi PNS. “Saya berharap Akper Alkautsar bisa membuka klinik praktik perawatan luka di kampus. Klinik itu diharapkan bisa menjadi tempat magang mahasiswa, tempat penelitian dosen sekaligus untuk pengabdian masyarakat,” harapnya.

Devi Setia Kusuma, salah satu peserta pelatihan, mengaku senang mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. Pasalnya, ini merupakan pelatihan woundcare kali pertama di kampusnya. “Ini merupakan kesempatan langka, tidak ditemukan di jam kuliah, pelatihan sangat menyenangkan. Semoga bisa menjadi nilai tambah untuk bekal saat lulus nantinya,” jelasnya. (san/sct/ton)