Lebih Dekat dengan Semarang Barista Society

Sharing Ilmu Seduh Kopi, hingga Bisnis Kopi

2180
TINGKATKAN SKILL: Anggota Semarang Barista Society (SBS) saat sharing ilmu membuat kopi. (DOKUMEN SBS)
TINGKATKAN SKILL: Anggota Semarang Barista Society (SBS) saat sharing ilmu membuat kopi. (DOKUMEN SBS)

Para pencinta kopi Kota Semarang tergabung dalam Semarang Barista Society (SBS). Komunitas ini, selain menjadi wadah meningkatkan skill para barista, juga memiliki misi mengedukasi masyarakat terkait kopi.

AFIATI TSALITSATI

SEMARANG Barista Society (SBS) menjadi wadah berkumpulnya pencinta kopi di Kota Lunpia. Di komunitas ini, anggota tak hanya sharing tentang kopi tetapi juga berbagi ilmu membuat kopi, bahkan mengembangkan bisnis kopi.

Irvan Maulana, barista Jendala Kopi Tembalang, menceritakan, terbentuknya SBS bermula ketika 6 orang yang suka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap kopi memutuskan untuk bertemu dan saling tukar informasi tentang kopi. Mereka adalah Ozzy, Irvan Maulana, Hendi Aconk, Sute, Roni Prayogo, dan Pete.

”Dari pertemuan itu, akhirnya tercetuslah ide untuk ngumpulin teman-teman dengan latar belakang yang sama dan membuat satu wadah (komunitas) untuk bersosialisasi dalam bidang yang kita suka ini,” kata Irvan Maulana kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dari obrolan yang nyambung, mereka berkomitmen saling belajar. Tak hanya tentang kemampuan menjadi barista, tetapi juga berbagi pengetahuan mengenai seluk-beluk kopi. Mulai dari proses menanam, panen, pascapanen dan pengolahan biji kopi.

”Kita memberikan edukasi kepada teman-teman yang tergabung dalam SBS tentang berbagai proses pengolahan kopi yang baik bagi kesehatan maupun metode yang benar, sehingga bisa mengeluarkan beberapa rasa unik di dalam kopi yang kita seduh,” paparnya.

Menurut Irvan, begitu banyak ragam kopi, dengan berbagai cita rasa buah, floral, vegetal, kacang, dan ada pula kopi yang menghasilkan rasa ”cola” atau sparkling tanpa tambahan zat apa pun saat pembuatannya. Hal itu bisa didapat dari pengetahuan Barista saat menyeduh untuk bisa mengeluarkan berbagai rasa unik di kopi buatannya.

Kini, sedikitnya ada 42 barista yang aktif di SBS. Mereka mengikuti setiap event baik internal maupun eksternal SBS. Setiap gathering yang digelar juga tak sekadar sharing antaranggota. Mereka pernah mendatangkan dua tokoh yang familier dengan kopi, yakni Adi Taroepratjeka (Host Coffee Story Kompas TV) serta Ronald Prasanto (Ron’s Laboratory) untuk berbagi pengalaman dari sudut pandang mereka.

”Selama bergabung di komunitas ini, banyak hal yang saya dapat. Misalnya, mulai bisa membedakan mana kopi Robusta dan Arabika, serta menggunakan alat pembuat kopi manual dan mesin. Yang gak kalah seru, bagaimana membuat bubuk kopi yang sama menjadi kopi berbagai rasa lewat teknik berbeda. Bikin kopi ternyata tidak segampang yang orang kira,” kata Bangkit, barista di Caffe Antara Kata, Banyumanik.

Selain melengkapi pengetahuan dan skill anggota, SBS juga memiliki misi mengedukasi masyarakat terkait kopi. ”Kami ingin orang tahu bagaimana cara menikmati kopi. Mulai dari menghirup aroma, lalu meminum dan merasakan sweetness, acidity, body, bitter hingga after taste,” bebernya.

Karena itu, anggota SBS kerap menggelar acara di ruang publik lewat Brewing on The Road. Bangkit membeberkan, untuk mengetahui kegiatan dan bergabung di SBS, Anda bisa follow Twitter SBS_Semarang atau Instagram @SMGBaristaSociety. (*/aro/ce1)