Korban Kesebelas Ditemukan

Satu Korban Luka Meninggal

1096
BENCANA BESAR : Proses pencarian di hari ketiga masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi banjir bandang Desa Citrosono Kecamatan Grabag. Bebatuan besar menyulitkan proses evakuasi dan pembukaan jalur. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BENCANA BESAR : Proses pencarian di hari ketiga masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi banjir bandang Desa Citrosono Kecamatan Grabag. Bebatuan besar menyulitkan proses evakuasi dan pembukaan jalur. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Operasi pencarian korban banjir bandang hari ketiga yang difokuskan di Dusun Deles Desa Citrosono di Kecamatan Grabag membuahkan hasil. Satu dari dua korban yang belum diketamukan berhasil diangkat dari puing-puing reruntuhan bebatuan dan tanah, Senin (1/5).

Kepala Seksi Operasi Basarnas Jateng Agung Hari P mengatakan korban diidentifikasi sebagai Jamilatun Mar’ah. Gadis berusia 12 tahun. “Penemuan korban ke sebelas ini bermula dari deteksi anjing pelacak yang diterjunkan ke lokasi. Setelah itu kita bongkar puing-puing dengan alat berat,” katanya.

Korban ditemukan terkubur sedalam satu meter di bawah reruntuhan bebatuan dan kayu. “Kita temukan sekitar pukul 14.15 siang tadi (kemarin, red),” papar dia.

Dengan telah ditemukannya Jamilatun, maka kini pencarian tinggal difokuskan pada satu orang. Yakni Masinem, 80, yang merupakan nenek dari Jamilatun. ”

Hingga kini jumlah korban meninggal akibat bencana tersebut sebanyak 12 orang. Tambahan korban meninggal adalah Alfiananda Nasukha, anak berusia 7 tahun yang sempat dirawat di RSU Tidar Kota Magelang. Dia kemudian meninggal dunia, kemarin (30/4) sore. Korban meninggal dunia karena mengalami luka berat di bagian kepala akibat benturan. Alfiananda sempat terbawa arus banjir bersama ayahnya Sumarlan, 35, yang kini juga masih dirawat intensif.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan hingga saat ini, masih ada 3 korban luka berat yang masih dirawat. Yakni Sumarlan, 43, Aryati Rahayu, 33, dan Irfan Andriyani, 28. Hingga saat ini, sebanyak 46 keluarga atau 170 jiwa mengungsi di masjid dan di rumah warga. “Seluruh pengungsi sudah kita penuhi kebutuhannya. Mereka tidak mengalami kekurangan,” paparnya. (vie/ton)