Jam Operasional Tegalpanas Perlu Ditertibkan

608

UNGARAN–Pasca aksi penusukan, jam operasional komplek lokalisasi Tegalpanas yang berada di Kecamatan Bergas diminta untuk ditertibkan. Korban penusukan yang sekaligus Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang (DKKS), Sarwoto Dower mengatakan jika saat ini jam operasional dari kompleks lokalisasi tersebut tak teratur.

“Akhir-akhir ini banyak pengelola tempat hiburan, khususnya karaoke yang tidak mengenal waktu buka. Tidak jarang mereka membuka atau melayani pengunjung sampai pagi hari,” ujar Dower, Kamis (27/4) kemarin.

Dengan jam operasional tempat hiburan yang tidak terkontrol tersebut, berpotensi terjadi tindak kriminal. Selain membuat warga sekitar lokalisasi tidak nyaman, keberadaan komplek tersebut menjadi tidak aman.

Kediaman Dower sendiri berada di kawasan lokalisasi. Sehingga ia tahu persis seluk-beluk dan apa yang terjadi di kawasan lokalisasi tersebut. “Sangat perlu dievaluasi jam operasional di kawasan lokalisasi tersebut, sehingga bisa tertib,” katanya.

Diakuinya, penusukan menimpa dirinya tersebut bukan kali pertama terjadi di kawasan komplek lokalisasi Tegalpanas. “Sebelum saya, sudah ada kejadian serupa tiga kali. Rumah saya memang satu lingkungan dengan Tegalpanas, tetapi pemukiman di mana saya tinggal tidak ada aktivitas seperti itu,” ujarnya.

Dijelaskan Dower, terduga pelaku penusukan dirinya memang sebelumnya hendak mencari orang di komplek lokalisasi itu. “Infonya (penusuk) sedang cari orang bernama Hono di lokalisasi itu,” ujarnya.

Karena diduga kesal tidak bertemu Hono, terduga pelaku penusukan lantas menyerang Dower. Apalagi momentum tersebut tepat dengan kondisi terduga pelaku yang sedang mabuk. Dower sendiri menjadi korban penusukan orang tak dikenal di sebuah gang yang tidak jauh dari rumahnya.

Ia meminta pihak berwajib segera menemukan pelaku penusukan dirinya tersebut. Ia khawatir, jika tidak segera diamankan, kejadian serupa akan terjadi.

“Saya khawatir nanti musuhnya dengan cah ndesa. Tempat seperti itu, seharusnya ada pola pembinaan yang lebih intensif,” tukasnya. Kondisi Dower sendiri, setelah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Ken Saras terus membaik. Ia sendiri diperbolehkan pulang oleh pihak Rumah Sakit pada Selasa (25/4).

“Kalau tertinggal, pisaunya mungkin sudah diambil sama Polisi. Polisi harus profesional, mau ditangkap atau tidak, itu sudah tanggungjawabnya wong kita sudah laporan,” ujarnya. Kasus penusukan Dower tersebut saat ini memang masih berjalan.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Hartono mengungkapkan jika pihaknya sampai saat ini masih memburu terduga pelaku penusukan Ndower. Selain itu, pihak kepolisian juga masih melakukan pendalaman motif penusukan Dower tersebut. “Pelaku masih kita kejar, motifnya juga belum diketahui. Kalau sudah ada hasilnya, nanti kita sampaikan,” kata Hartono. (ewb/ida)