Pemdes Pertanyakan Syarat Bangun PKBM

887
Wahana Dwi. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)
Wahana Dwi. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Peningkatan partisipasi pendidikan masyarakat melalui kejar paket A, B, dan C masih susah direalisasikan di tingkat desa. Salah satu kendalanya, belum ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang jelas terkait tata cara dan syarat-syarat membuat sekolah kejar paket atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Banyak kepala desa yang tanya ke saya, kalau anggaran untuk membuat sekolah kejar paket sebenarnya berapa?, terus, apa yang harus disiapkan,” ucap Camat Kertek Bandriyo, Senin (17/4).

Dikatakannya, itikad untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah melalui penyelenggaraan kejar paket sudah diamini para perangkat maupun kepala desa. Hanya saja, ketiadaan juklak juknis menjadi kendala tersendiri bagi pemerintahan desa. “Kalaupun sudah ada anggaran semisal, terus yang ngajar siapa, teknisnya bagaimana, tata administrasinya bagaimana,” katanya.

Karena sebab itu, ia kerap bingung ketika ada kepala desa yang bertanya tentang syarat untuk membuat sekolah kejar paket. Ke depan, Bandriyo berharap, kejar paket mulai bisa disusun dan disosialisasikan hingga tingkat desa.

Sekcam Kertek Wahana Dwi menyampaikan, di Kecamatan Kertek baru ada 2 PKBM yang menyelenggarakan program kejar paket. Yakni di Desa Reco dan Sumberdalem. Kedua SKBM dinilainya belum terlalu maksimal. “Masih banyak yang lari ke SKB Sidojoyo. Meskipun akhirnya banyak yang berhenti karena alasan jarak (jauh),” katanya. (cr2/ton)