Kreativitas Difabel Undang Kekaguman

662
KAGUM: Kepala Disnakertrans Jateng Wika Bintang menjelaskan hasil karya inovasi kreativitas tenaga kerja khusus saat pameran. (Sugiyanto Wiyono/Jawa Pos Radar Semarang)
KAGUM: Kepala Disnakertrans Jateng Wika Bintang menjelaskan hasil karya inovasi kreativitas tenaga kerja khusus saat pameran. (Sugiyanto Wiyono/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Hasil kreatibitas tenaga kerja khusus atau difabel mampu mengundang kekaguman. Hal ini terlihat saat Pameran Inovasi dan Kreativitas Tenaga Kerja Khusus yang diselenggarakan di Gedung Rimba Graha Semarang, Jalan Pahlawan, Rabu-Kamis (12-13/4).

Ribuan pengunjung memadati gedung milik Perhutani itu. Sejumlah stan diserbu pengunjung dan mencatatkan penjualan yang menggembirakan. Di antaranya stan hasil kerajinan modiste, miniatur pesawat, batik, modifikasi kendaraan untuk penyandang disabilitas, lukisan, kerajinan tangan, pembuatan topeng, tas, maupun makanan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah Wika Bintang, mengatakan digelarnya pameran itu merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jateng kepada tenaga kerja disabilitas. Ia berharap pameran ini bisa dimanfaatkan para penyandang disabilitas sebagai ajang promosi.

Wika mengakui saat ini masih ada anggapan jika tenaga kerja berkebutuhan khusus tidak bisa bekerja secara produktif dan justru kontraproduktif terhadap kepentingan pemberi kerja. Untuk itu, pihaknya terus mendorong penyandang disabilitas agar lebih mandiri dengan wirausaha.

”Tidak dimungkiri penyandang disabilitas telah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam pembangunan bangsa dan negara melalui berbagai aspek kehidupan. Kami telah dan terus melakukan berbagai upaya, terobosan, langkah strategis terutama dalam pemberdayaan dan meningkatkan kualitas penyandang disabilitas di Jawa Tengah, khususnya untuk mendapatkan akses pekerjaan dan membuka lapangan pekerjaan,” terangnya.

Wika menambahkan peluang wirausaha bagi penyandang disabilitas memang menjadi prioritas untuk didorong mengingat peran mereka masih belum optimal di perusahaan, meski sudah ada Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disablilitas.

Padahal, berdasarkan pengamatannya, kebanyakan tenaga kerja berkebutuhan khusus justru lebih produktif ketimbang tenaga kerja bukan penyandang disabilitas.

”Pemprov Jateng tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan kepedulian masyarakat. Oleh karenanya, kami mengimbau masyarakat untuk hadir dan memeriahkan pameran ini. Bawa pulang produk mereka agar para penyandang disabilitas dapat berdaya. Disabilitas bukan untuk dikasihani tapi diberdayakan,” tandasnya. (gie/ric/ce1)