Densus 88 Amankan Satu Warga Balong Saat Akan Pijatkan Anak

1776
TERTUTUP: Rumah Irsyad warga Dukuh Balong, Desa Randusari, Kecamatan Rowosari yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme JAD. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTUTUP: Rumah Irsyad warga Dukuh Balong, Desa Randusari, Kecamatan Rowosari yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme JAD. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Densus 88 kembali beraksi di Kendal. Kali ini mengamankan satu warga Dukuh Balong, Desa Randusari RT 03 RW 02, Kecamatan Rowosari, bernama Irsyad alias, Syeh, 40, yang diduga terlibat jaringan terorisme.

Irsyad ditangkap Senin (10/2) pagi sekira pukul 06.30 oleh tim Densus 88 AT Mabes Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol Yosikusumo.  “Warga desa sini tidak ada yang tau, karena penangkapan dilakukan di Dukuh Trondol, Desa Terate Mulyo, Kecamtan Weleri,” ujar Kepala Dukuh Balong, Kuncoro.

Dari informasi yang didapat, penangkapan dilakukan saat Irsyad bersama istrinya tengah pergi ke rumah tukang pijat. Yakni untuk memijatkan anak ke enamnya yang baru berusia satu tahun karena sakit demam. “Jadi ditangkap di depan rumah tukang pijat tersebut di Terate Mulyo,” jelasnya.

Sebagai Kepala Dukuh sekaligus tetangga, Kuncoro mengaku tidak menyangka jika Irsyad ada dugaan terlibat dalam jaringan teroris. Sebab keseharian, Irsyad tidak menunjukkan aktivitas yang mencurigakan.

“Aktivitas keseharian ya seperti orang pada umumnya. Kerja sebagai jasa isi ulang air minum galon. Setiap hari juga selalu di rumah, mengantar dan menjemput anak-anaknya berangkat dan pulang sekolah,” tuturnya.

Perihal ciri fisik penampilan Irsyad, diakuinya lebih kurang selama 10 tahun terakhir menunjukkan cara berpakaian ala golongan Islam garis keras. Seperti selalu mengenakan celana cingkrang di atas mata kaki, memelihara jenggot hingga lebat dan panjang serta keningnya hitam.

“Kalau aktivitas kajian ilmu keagamaan saya kurang tahu persis. Setahu saya dia orang yang rajin salat dan selalu jamaah di Musala,” tandasnya. Adapun kajian ilmu agama di Musala hanya kajian Hadits Sohih. Tapi Irsyad bukan sebagai pembicara, hanya sebagai pendengar.

Hal senada dikatakan Musyarofah, tetangga Irsyad lainnya. Ia juga tidak menyangka jika Irsyad terlibat terorisme. “Sebab orang baik, sosialnya di masyarakat juga bagus. Bahkan pagi tadi masih sempat ngobrol sama saya di depan rumah,” katanya.

Kepala Desa Randusari, Munawir membenarkan adanya kabar penangkapan warganya.  Dari data keluarga, dikatakannya jika Irsyad memiliki satu istri Munafiatun dan enam orang anak.

Kepala Polres Kendal, AKBP Firman Darmansyah membenarkan adanya penangkapan oleh tim Densus 88 Mabespolri. “Cuma penangkapan itu tarkait apa, saya kurang tahu,” tandasnya.

Dari informasi yang dihimpun penangkapan terkait pengiriman sejumlah uang kepada Ustadz Lukman yang digunakan untuk pembelian logistik teroris Santoso Poso. Selain itu terlibat dalam penembakkan anggota polri di Polres Tuban.

Sementara sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi penangkapan mengatakan ada dua mobil yang berhenti di depan rumah pijat milik Mawarni. “Sejumlah orang turun dari dalam mobil dengan membawa senjata laras panjang langsung menangkap seorang laki-laki,” kata Siti Nuriyah warga Dusun Trondol.

Warga sekitar yang melihat kaget dan takut karena jumlah orang yang menangkap banyak dan membawa senjata laras panjang. “Tidak ada perlawanan sementara istrinya hanya terdiam sambil menggendong anaknya yang masih kecil,” imbuhnya.

Sementara sang istri enggan keluar rumah maupun memberikan keterangan pada awak media terakait penangkapan suaminya. Namun pantauan rumah Irsyad, banyak kerabat berdatangan. (bud/zal)