Jembatan Pringgodani Ditutup Untuk Kendaraan Berat

2133
DITUTUP: Salah satu ruas Jembatan Pringgodani sisi selatan, terpaksa ditutup oleh Pemda Pekalongan, karena dikhawatirkan rusak jika dilalui dum truk milik PT.Waskita dan SMJ tersebut. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
DITUTUP: Salah satu ruas Jembatan Pringgodani sisi selatan, terpaksa ditutup oleh Pemda Pekalongan, karena dikhawatirkan rusak jika dilalui dum truk milik PT.Waskita dan SMJ tersebut. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN – Jembatan Pringgodani atau yang dikenal juga dengan nama jembatan Surabayan, penghubung wilayah Kecamatan Kedungwuni dan Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, sejak Kamis ( 6/4) kemarin, ditutup untuk truk bermuatan besar, yang membawa matrial dan galian C.

Pasalnya sejak jembatan Pringgodani sering dilalui oleh kendaraan berat pengangkut material tersebut, jembatan terancam rusak, karena setiap kali kendaraan berat tersebut melintas, kondisi jembatan menjadi bergetar seolah terlalu berat menahan kendaraan tersebut.

Untuk mengantisipasi kerusakan jembatan Pringgodani yang dibangun dengan dana Rp 26,9 miliar pada tahun 2015 lalu, Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, Jum’at (07/04) kemarin, melakukan sidak ke jembatan Pringgodani dan melarang semua kendaraan berat melintas di atas jembatan tersebut.

Terlihat 9 armada truk milik PT Waskita dan PT SMJ, yang membawa matrial proyek jalan tol Batang Pemalang, tidak dapat melintas di atas jembatan Pringgodani, karena beberapa kendaraan milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan, sedang melakukan perbaikan sehingga menghalangi kendaraan milik rekanan proyek jalan tol tersebut.

Bahkan Arini juga tidak mengizinkan 9 truk milik rekanan proyek pembangunan jalan tol Batang Pemalang melintas di atas jembatan, Arini menyarankan, agar truk tersebut berbalik arah.

Arini mengungkapkan bahwa para rekanan pembangunan proyek jalan tol Batang Pemalang, seharus mematuhi kesepakatan yang dibuat bersama dengan Pemda Pekalongan, yakni kendaraan berat tidak melalui jembatan tersebut.

Menurutnya kendaraan berat mendatangi base camp proyek terlebih dahulu, untuk melakukan bongkar muat dan menggunakan kendaraan yang lebih kecil. Sehingga tidak menganggu aktivitas lalu lintas dan merusak Jembatan Pringgodani.

“Saya mengimbau agar truk truk besar bermuatan galian tanah ini untuk sementara waktu tidak melewati jembatan sebelum komitmen perbaikan jembatan belum dipenuhi oleh PT Waskita Karya sebagai pihak yang mengerjakan proyek jalan tol di wilayah Kabupaten Pekalongan,” ungkap Wakil Bupati Arini.

Sementara itu, Kasi Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Pekalongan, Agung Cahyono Nugroho, menegaskan bahwa kondisi Jembatan Pringgodani saat ini masih dalam kondisi baik, namun jika jembatan tersebut setiap hari dilintasi armada dengan beban diatas 300 ton, maka jembatan tersebut akan rusak.

“Aturannya memang truk dengan kapasitas besar yang membawa matrial tidak boleh melintas. Hanya boleh melintas dengan truk yang lebih kecil, atau dilangsir,” tegas Agung Cahyono Nugroho. (thd/zal)