Tanya Jawab Agama Islam

1668

Bersama DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag

Pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah Wonosari Ngaliyan Semarang

Dosen UIN Walisongo Semarang di Harian Jawa Pos Radar Semarang

Bagi pembaca yang budiman, yang ingin bertanya apa saja seputar agama Islam. Bisa dikirim via SMS ke nomor HP: 08992777834/085640641611.

 Tata Cara Ta’aruf yang Benar

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum yang terhormat Bapak DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Saya ingin bertanya, bagaimana tata cara ta’aruf yang benar dalam Islam? Karena saya seorang wanita, saya juga harus banyak mendalami agama Islam. Demikian dari saya, terima kasih atas penjelasan dan jawaban bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullah.

Alfia Dennyar, di Salatiga 0895706036398

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Saudari Alfia Dennyar di Salatiga yang saya hormati dan juga dirahmati Allah SWT. Agama Islam, aturan yang ada tak satu pun yang akan merugikan, mungkin karena hanya berlawanan dengan hawa nafsu kita jadi agak sulit menerima. Mengenai perkenalan laki dan perempuan banyak yang mengambil jalan pacaran yang jelas itu adalah budaya jahiliah, yang cenderung menghalalkan segala cara dan banyak merugikan kedua pihak, yang banyak terjadi adalah perzinaan, naudzubillah mindzalik. Semoga Allah menjauhkan kita dari pacaran. Dan ironinya lagi membawa bawa nama Islam dalam budaya jahil pacaran. Dikatakan pacaran Islami, pacaran secara syar’i Islam. Kita jangan membawa dan menambah nambah lagi, Islam sudah sempurna, dan TIDAK ADA PACARAN DALAM ISLAM, BAHKAN TAK ADA ISTILAH PACARAN DALAM ISLAM.

Padahal tidak akan merugikan bila mengikuti cara Islam, dalam bahasan kita kali ini mengenai ta’aruf atau perkenalan.

Dalam perkenalan seorang laki-laki kepada wanita yang diinginkan. Bahwa seorang laki-laki dianjurkan melihat langsung wanita yang akan dilamarnya (muslim) dan tujuan melihat calon istri bagi lelaki yang akan menikahinya ialah untuk mengetahui rupa calon istrinya, sehingga sebaiknya wanita yang akan dilihat tidak ber-make up tebal dan tidak menyembunyikan wajahnya, agar dapat terlihat rupa aslinya oleh calonnya, dan dalam hal ini wanita ditemani wali atau mahramnya.

Dan yang boleh dilihat oleh laki laki saat perkenalan hanyalah wajah dan telapak tangan saja, dan boleh melihat sampai dua, tiga kali, jika perlu sampai yakin dengan pilihannya, tapi bukan berarti bisa jalan-jalan berdua, karena wanita wajib ditemani mahramnya. Dan melihat ini hendaknya kedua belah pihak yaitu pihak laki-laki dan wanita, dan agar lebih detail mengenal perempuan atau laki-laki boleh saling mengutus utusan kepada calon masing-masing dan yang diutus harus adil dan amanah dalam menceritakan baik buruknya calon.

Bila kita telah baca hal di atas, kita bisa melihat, bahwa tidak akan ada yang dirugikan. Kemungkinan berbohong hampir tidak ada, tak boleh menyentuh, semua sudah jelas. Sedang pacaran semua tidak jelas dan banyak merugikan dan segala hal dihalalkan.

Dan kami tambahkan, bahwa wali wajib meneliti benar calon suami. Jangan menikahkan wanita dengan laki-laki berakhlak buruk, buruk agamanya, zalim, fasik dan peminum arak. Hendaknya menikahkan wanita dengan orang yang bertakwa, karena jika suami mencintainya maka akan mencintainya, jika membencinya maka tidak akan menganiayanya.

Indahnya Islam. Kita tidak akan menyesal mengikuti syariat agama kita. Bila mengingingkan kebaikan perjalanan maka mulailah dengan hal yang baik. Semoga bermanfaat. Maha benar Allah.

Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. Walla hu a’lam bishshowab. (*/ric/ce1)