Wali Kota Dorong Eksistensi Seniman

670
EKSISTENSI SENIMAN: Wali Kota Semarang memberikan sambutan saat hadir pada pergelaran Teater Lingkar di gedung TBRS, Sabtu (1/4). (Humas Pemkot Semarang for Jawa Pos Rase)
EKSISTENSI SENIMAN: Wali Kota Semarang memberikan sambutan saat hadir pada pergelaran Teater Lingkar di gedung TBRS, Sabtu (1/4). (Humas Pemkot Semarang for Jawa Pos Rase)

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendorong para seniman Kota Atlas agar menjaga eksistensi. Pemkot berjanji akan memberikan ruang gerak bagi pelaku seni untuk berkreasi di Kota Semarang. Salah satunya dengan mengembangkan gedung eks Wonderia.

Namun saat ini pihaknya masih mengkaji rencana pembangunan lahan seluas 11 hektare tersebut. Apakah akan diserahkan pihak swasta atau tetap menggunakan APBD. Pihaknya menyerahkan hasilnya pada masyarakat dengan dibuat sistem ’polling’. ”Tugas saya cuma melakukan negosiasi. Kalau kira-kira hasilnya untuk swasta, pihak swasta yang benar-benar kredibel. Kalau menggunakan APBD kota saya pastikan APBD cukup membangun seluas 11 hektare,” ujar Hendi, sapaan akrab wali kota, saat membuka pergelaran Teater Lingkar dalam rangka memperingati ulang tahun teater tersebut ke-37, di Taman Budaya Raden Saleh, Sabtu (1/4).

Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan musyawarah dengan pihak-pihak terkait. Agar tidak ada pihak yang disisihkan maupun diuntungkan secara sepihak. ”Karena ini merupakan aset pemerintah, milik kita semua yang harus kita pergunakan semaksimal mungkin untuk masyarakat,” tandasnya.

Menurut wali kota, kesenian adalah hal yang penting dalam pembangunan sebuah kota. Tanpa adanya kesenian kota terasa gersang ibarat sayur tanpa garam. Oleh karena itu, pihaknya bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) siap membantu dan memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan setiap pagelaran, agar seniman tetap eksis dalam membangun Kota Semarang.

Hendi, juga mengapresiasi eksistensi Teater Lingkar yang telah berusia 37 tahun. Menurutnya, usia tersebut jarang bisa dicapai oleh teater-teater lainnya maupun pelaku kesenian. Pihaknya berpesan kepada para seniman untuk tidak berhenti di sini, namun terus berkesenian dengan berpegang pada prinsip 4T yang selalu dilaksanakan oleh Teater Lingkar yakni teteg, tekun, teken dan tekan. ”Kota Semarang butuh orang-orang yang bisa mengisi dari kesibukan dan ini bisa diisi oleh para seniman seniwati yang eksis di dunia seni budaya,” pesannya.

Dalam perayaan ulang tahun yang ke-37 tahun ini, Teater Lingkar mempersembahkan dua pertunjukan. Selain teater, juga diselenggarakan Pergelaran Wayang Kulit Jumat Kliwon ke-256 yang menampilkan dalang dari Teater Lingkar, Ki Sindhunata Gesit Widiharto dengan lakon ”Kresna Sayembara”. (zal/ce1)