500 Hafidzah Hadir di Demak Berdzikir

1952
DEMAK BERDZIKIR: Katib Am PBNU KH Yahya Cholil Staquf disambut Banser untuk mengisi mauidzah hasanah Demak Berdzikir Mulismat NU, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEMAK BERDZIKIR: Katib Am PBNU KH Yahya Cholil Staquf disambut Banser untuk mengisi mauidzah hasanah Demak Berdzikir Mulismat NU, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Sebanyak 500 penghafal Alquran perempuan (Hafidzah) dan 500 pembaca Alquran (Binnadhor), kemarin, berhasil mengkhatamkan 1.000 khataman Alquran. Selain itu, diselesaikan juga 400 khataman kitab manaqib Syech Abdul Qodir Al Jailani RA. Khataman Alquran dan manaqib ini menandai gelaran Demak Berdzikir dalam rangka peringatan Harlah Muslimat NU ke-71, Harlah NU ke-91 dan Hari Jadi Demak ke-514. Acara yang berlangsung di Alun-Alun Kota Demak ini dihadiri ribuan umat muslim dan muslimat dari berbagai penjuru Kota Wali.

Hadir Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto, Sekda dr Singgih Setyono MMR, Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarief, dan jajaran pengurus NU lainnya, termasuk para kiai. Di antaranya, KH Zaeni Mawardi, KH Zaenal Arifin Ma’shum, KH Moh Asyiq, KH Rofiq dan sebagainya. Sedangkan, tausiyah disampaikan oleh Katib Am PBNU KH Yahya Cholil Staquf menggantikan Ketua PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siraj yang berhalangan hadir. Dari kalangan PW Muslimat NU Jateng, antara lain hadir Hj Zuhar Maksum, Hj Ida Nur Sa’adah, Dr Umma Farida dan lainnya.

Ketua PC Muslimat NU Demak, Dr Sri Utaminingsih, menyampaikan, Demak Berdzikir ini digelar sebagai sarana untuk berdoa kepada Allah SWT agar Kota Wali selalu diberikan keselamatan dan keberkahan serta dijauhkan dari bencana. “Ini juga sebagai upaya syiar Islam dan ikhtiar supaya tanah Demak diberikan kemakmuran dan kesejahteraan,”kata istri Ketua PCNU KH Musadad Syarief ini.

Menurutnya, khataman Alquran dan manaqib hingga ribuan dan ratusan tersebut diharapkan dapat memberikan kesejukan bagi warga Demak. “Ke depan mudah-mudahan bisa bertambah lagi, termasuk jumlah para hafidzah yang ikut berpartisipasi dalam Demak Berdzikir. Apalagi Demak ini gudangnya hafidz-hafidzah,”ujarnya.

Dalam acara ini, muslimat NU juga mendeklarasikan Gerakan Masyarakat sehatS(Germas). Ini sebagai tindak lanjut kerja sama (MoU) antara PP Muslimat NU dengan Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan derajat hidup sehat masyarakat.

Bupati HM Natsir mengapresiasi Demak Berdzikir muslimat NU tersebut. “Kita berharap, dzikir seperti ini dapat dilakukan di berbagai tempat. Ini seiring dengan program pemkab habis maghrib ayo mengaji matikan TV,”katanya.

Katib Am PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, mengatakan, berdzikir itu penting. Sebab, dengan berdzikir kepada Allah SWT, dapat memunculkan keberanian serta berbaik sangka (khusnudzhon). “Karena itu, berdzikirlah selalu mengingat Allah SWT,”ujarnya.  (hib/aro)