21 Rumah Kebanjiran, 4 Rumah Porak Poranda

Bupati Mirna Sapa 350 Warga Korban Banjir

369
HIBUR WARGA : Bupati Kendal Mirna Annisa menyapa warga Purwosari, Sukorejo yang menjadi korban banjir bandang, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HIBUR WARGA : Bupati Kendal Mirna Annisa menyapa warga Purwosari, Sukorejo yang menjadi korban banjir bandang, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Sebanyak 350 warga Dukuh Kenjuran, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo yang terdampak banjir tinggal di pengungsian. Sebagian lainnya tinggal di rumah-rumah sanak famili dan Masjid Baitul Falah desa setempat. Warga mengaku masih trauma dengan banjir yang terjadi Minggu sore (26/2) kemarin.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, banjir sebenarnya sudah surut. Tapi warga mengaku belum berani kembali ke rumah lantaran khawatir jika sewaktu-waktu hujan dan banjir kembali terjadi. Banjir menyisakan sampah dan lumpur yang memenuhi seluruh jalan rumah-rumah warga.

Sementara untuk kebutuhan konsumsi dan lainnya sudah ditangani pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial. Serta uluran tangan dari sejumlah kelompok masyarakat, relawan maupun badan penyalur sedekah, seperti Baznas Kendal.

Kades Purwosari Muhamad Miadi mengatakan bahwa sedikitnya ada 21 rumah terdampak banjir bandang. Dari 21 rumah tersebut, empat rumah porak-poranda. Empat rumah tersebut milik Sukeni, Darmadi, Ahyari, dan Kusni. Sementara sepuluh rumah di antaranya rusak berat dan tujuh lainnya rusak sedang dan ringan.

Menurut Kades Miadi, warga yang terdampak banjir bandang mengungsi di sejumlah lokasi aman seperti di Masjid Baitul Falah sekitar 150 orang. Di rumah tokoh agama milik Muhammad Isro sekitar 65 jiwa dan Anahsih 150 jiwa.

Dikatakan juga, warga langsung mengungsi sejak banjir bandang terjadi. “Kebutuhan makan, pengobatan dan selimut ada bantuan dari Dinsos, BPBD dan relawan. Alhamdulillah bantuan dan tenaga kesehatan baik dari Puskesmas setempat maupun relawan terus berdatangan,” jelasnya.

Miadi memastikan banjir bandang tidak sampai memakan korban jiwa. Jumlah kerugian juga belum bisa ditaksir lantaran seluruh tim masih fokus pada penanganan dan penyalamatan para korban bencana.

Muhamad Isro, salah seorang warga mengatakan ada sekitar 65 warga yang mengungsi di rumahnya. Menurutnya, untuk kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan tidak ada yang kekurangan. Namun warga masih mengungsi karena rumah mereka rusak dan hancur. “Sebagian besar rumah warga yang rusak berada di RT 13, 14, dan 15. Mereka mengungsi ke tetangga yang rumahnya aman yaitu di RT 17, 18, 19 dan 20,” paparnya.

Isro mengaku, sebelumnya ada longsoran di bukit dan sebagian warga sudah mengetahui sehingga bisa meminimalisasi korban bencana. “Setelah dicek, ternyata ada longsoran yang membentuk cekungan, karena hujan yang deras cekungan itu ambrol dan terjadi banjir bandang,” jelasnya.

Sementara Bupati Kendal, Mirna Annisa, kemarin langsung meninjau lokasi banjir dan mengunjungi korban banjir. Bupati sempat komunikasi dengan para korban dan membagikan nasi bungkus yang dibawanya.

Menurut Bupati, untuk masalah konsumsi, obat-obatan dan bantuan lainnya sudah cukup banyak bantuan yang datang, baik dari pemerintah maupun relawan. “Yang penting sekarang, mencari penyebab bencana dan melakukan penanganannya, serta gotong royong membenahi rumah warga,” jelasnya.

Bupati menjelaskan, semua pihak baik dari Pemprov, Pemkab Kendal dan masyarakat harus bahu-membahu memberikan bantuan. “Kami berencana melakukan kajian ekologi, apakah para korban perlu direlokasi atau tidak. Sedangkan untuk rumah yang roboh akan dicarikan bantuan untuk membangun kembali,” tandasnya. (bud/ida)