Baru Sembilan SMP Siap Gelar UNBK

617

UNGARAN–Saat ini baru 9 sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Semarang yang siap menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Meski begitu, bukan berarti sekolah lain yang belum punya komputer dan akses internet tertutup kemungkinan menggelar UNBK.

“Sekitar 10 persen dari seluruh SMP/sederajat yang ada yang melakukan UNBK, dari sekitar 90 sekolah,” tutur Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, Senin (20/2) kemarin.

Karena kondisi tersebut, katanya, Disdikbudpora adalah berkoordinasi dengan SMA/SMK yang punya sarana pendukung UNBK. SMP yang berlokasi tak jauh dari SMA/SMK penggelar UNBK diarahkan untuk menumpang. Koordinasi sangat dibutuhkan lantaran pengelolaan SMA/sederajat saat ini di tangan Pemprov Jateng.

“Jadi kemungkinannya nanti bisa bertambah, tidak hanya sembilan sekolah. Tapi saat ini masih menunggu bagaimana hasil pengecekan di lapangan, mengingat harus dilihat juga kesiapan anak didik kita untuk mengikuti UNBK,” katanya.

Dikatakan Dewi, Pemkab Semarang tidak bisa memaksa tiap-tiap sekolah siap UNBK pada tahun ini, meski ada instruksi dari pemerintah pusat. Dikarenakan siap tidaknya sekolah melaksanakan UNBK, tergantung ada tidaknya sarana pendukung.

Termasuk kemampuan atau kesiapan dari siswa itu sendiri. Para siswa perlu dibekali pelatihan lebih dulu sebelum mengerjakan soal UN menggunakan komputer. “Jadi sekolah yang belum siap UNBK tetap menggelar UN dengan paper atau secara manual,” katanya.

Terkait support anggaran pengadaan sarana pendukung bagi sekolah yang belum siap UNBK, Dewi memastikan belum bisa dilakukan tahun ini. Sebab mekanisme penyusunan APBD tidak bisa mengalokasikan anggaran di tahun yang sama.

“Kami tidak berani berandai-andai karena menyangkut anggaran. Penggaran itu siklusnya sudah jelas, anggaran 2017 dibahas dan ditetapkan di 2016. Tahun ini tidak ada pengadaan seperti itu. Jadi sementara ini baru sembilan sekolah itu,” katanya.

Terpisah, Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono mengakui Pemkab Semarang hingga saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan UNBK seluruh sekolah. Selain kemampuan APBD yang terbatas, fokus anggaran pendidikan saat ini digunakan untuk membangun atau memperbaiki fasilitas fisik sekolah, seperti ruang belajar, gedung pendukung kegiatan siswa atau bangunan sekolah lain. “Nanti kami coba mulai memikirkan secara bertahap anggaran untuk memenuhi kebutuhan pendukung UNBK ini,” tuturnya. (ewb/ida)