Akibat Jalan Putus, 1535 Warga Terisolasi

950
BENCANA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama rombongan Tim Penanggulangan Bencana Daerah, meninjau langsung jalan putus di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kandangserang, kemarin. (Taufik.hidayat@radarsemarang.com)
BENCANA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama rombongan Tim Penanggulangan Bencana Daerah, meninjau langsung jalan putus di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kandangserang, kemarin. (Taufik.hidayat@radarsemarang.com)

KAJEN-Akibat penghubung antara Desa Klesem menuju Dukuh Pringamba terputus dan belum juga diperbaiki sejak seminggu lalu (26/01), sebanyak 1535 warga di Dukuh Priangamba terisolasi. Pasalnya, jalan desa sepanjang 3 kilometer dengan lebar 2.5 meter tersebut, tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Sehingga untuk menuju ke Desa Klesem, warga Dukuh Priangmba harus berjalan kaki sejauh 4 kilometer atau ke Kabupaten Banjarnegara sejauh 20 kilometer.

Kepala Desa Klesem, Suyati, saat menerima kunjungan kerja Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan bahwa sejak adanya musibah bencana alam longsor, aktivitas perekonomian warga Dukuh Pringamba terganggu. Bahkan untuk berbelanja memenuhi kebutuhan keluarga, harus menempuh jarak sejauh 20 kilometer. “Saya mohon Pak Bupati segera mendatangkan alat berat untuk membuat jalan baru,” ungkap Suyati.

Suyati juga mengungkapkan keprihatinannya. Lantaran material longsor telah  menimpa laham sawah yang ada di bawahnya seluas 10 hektare milik 40 kepala keluarga (KK) Dukuh Pringamba Desa Klasem. Akibatnya, 5 hektare lahan mengalami rusak parah dan mengalami kerugian hingga Rp 80 juta.

Tak hanya itu, material longsor juga menimpa jembatan desa yang baru dibangun dengan anggaran Rp 60 juta rusak parah. Sehingga akses jalan desa yang menuju pedukuhan di Desa Klesem juga ikut terputus.

“Saya minta agar Pak Bupati segera membangun jembatan desa, karena sangat dibutuhkan warga. Selama ini, warga pedukuhan yang hendak menuju Desa Klesem harus menyeberangi sungai yang berbahaya,” kata Suyati.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika meninjau lokasi tanah longsor di Dukuh Pringamba, Desa Klesem menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan segera mengirimkan satu alat berat dan 200 tenaga kerja untuk membuat jalan baru sepanjang 3 kilometer.

“Dalam 3 atau 4 hari, jalan barus harus bisa dilalui agar warga Dukuh Pringamba tidak terisolasi. Karena warga Dukuh Pringamba tidak bersedia direlokasi, maka saya sarankan agar selalu waspada. Karena daerah tersebut termasuk zona merah yang rawan bencana,” tegas Bupati Asip. (thd/ida)