Kompleks Kantor Bupati Terendam Banjir

692
DIGENANGI AIR : Kompleks Kantor Bupati Kendal digenangi air bah dari Sungai Kali Kendal yang mengakibatkan aktivitas kantor pelayanan di Kendal terhambat. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)
DIGENANGI AIR : Kompleks Kantor Bupati Kendal digenangi air bah dari Sungai Kali Kendal yang mengakibatkan aktivitas kantor pelayanan di Kendal terhambat. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)

KENDAL—Kompleks Kantor Bupati Kendal kembali digenangi banjir, akibat Kali Kendal meluap setelah semalaman diguyur hujan. Kondisi tersebut menghambat aktivitas sejumlah Aparat Sipil Negara (ASN) setempat.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, banjir sedalam 50 sentimeter menggenangi pintu masuk dan pintu keluar hingga depan pendopo agung kompleks Kantor Bupati Kendal. Diperparah kondisi air yang keruh, sehingga menjadikan jalanan tak tampak sama sekali. Lebih terkesan kumuh lagi, terlihat sampah yang mengambang.

Banyak kendaraan, terutama roda dua yang nekat masuk harus mogok lantaran mesin kemasukan air bah. Alhasil, banyak ASN yang harus memarkirkan kendaraannya di sepanjang pagar luar kompleks Kantor Bupati Kendal.

Kendaraan mogok dialami oleh dua guru salah satu SMK di Weleri, Miftah Dewi dan Resti. Keduanya harus menuntun kendaraan roda duanya lantaran tingginya banjir. “Ini mau ke kantor Bappeda, Gedung A. Saya kira tidak terlalu dalam jadi saya masuk saja. Ternyata, banjir tinggi, motor saya sampai keplepek karburatornya,” keluh Miftah, Rabu (26/1) kemarin.

Sedianya, untuk kompleks Kantor Bupati harusnya bisa terbebas dari banjir. Sebab, kantor bupati juga layanan masyarakat. Tapi kenyataannya pemerintah tidak mampu menyelamatkan diri dari banjir. “Banjir seperti ini justru menimbulkan kesan buruk pada pemerintahan. Yakni pemerintah dianggap gagal menyelamatkan masyarakat, karena menyelamatkan dirinya sendiri saja belum bisa,” sindirnya.

Selain komplek kantor bupati, air bah Kali Kendal juga membanjiri kawasan pemukiman warga di tujuh kelurahan. Yakni Kelurahan Kebundalem, Langenharjo, Pekauman, Ngilir, Pegulon, Bandengan, dan Balok di Kecamatan Kendal kota. Sedang satu desa lainnya yakni desa Ngampel Kulon, Kecamatan Ngampel. Banjir di tujuh kelurahan tersebut mencapai 30-40 sentimeter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo, banjir disebabkan lantaran wilayah atas Kendal hujan deras. Sehingga kali Kendal, meluap karena tidak muat menampung debit air. “Wilayah atas yang hujan lebat seperti kecamatan Limbangan, Boja, dan Singorojo, Sukorejo, Patean, Plantungan, Pageruyung,” katanya.

Sigit menambahkan, selain menggenangi jalan-jalan kampung, air luapan dari Kali Kendal, juga memasuki beberapa rumah warga, jalan masuk perkantoran Kabupaten Kendal dan Lapas Kendal. Ketinggian air yang masuk ke rumah-rumah warga, ketinggiannya masuk rumah kisaran 10-20 senti meter.

Salah satu warga Kendal, Prayoga, mengaku kalau air mulai naik ke jalan-jalan permukiman warga sejak Kamis dini hari. Yakni sekitar pukul 02.00. “Awalnya hanya jalan saja, tapi pagi tadi air semakin tinggi karena hujan masih turun dan mendung hitam semakin menebal,” akunya.

Sebelumnya, Plt Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kendal, Winarno, mengaku kalau pihaknya sudah melakukan normalisasi Kali Kendal dengan PSDA Provinsi Jateng. Hal itu lantaran sungai tersebut membanjiri warga merupakan milik dan kewenangan provinsi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kendal Mirna Annisa mengaku pihaknya langsung meminta agar dinas terkait memantau gorong-gorong ataupun saluran air. Sebab, kemungkinan disebabkan genangan air di kompleks Kantor Bupati Kendal lantaran saluran air yang mampet.

Selain itu, ia juga segera meninjau jalan pintu air di Bendungan Trompo, untuk memastikan apakah perlu normalisasi Kali Kendal oleh Pemprov Jateng. “Jika memang diperlukan normalisasi, kami akan berkoordinasi dengan Pemprov Jateng agar segera dilakukan normalisasi,” katanya. (bud/ida)