Terima Telepon Nakal saat Siaran

294

BERCITA-cita menjadi seorang penyiar radio sejak kecil, akhirnya bisa terwujud ketika Putri Verayanti bergabung di Radio Ekspresi Mahasiswa (REM) FM Universitas Negeri Semarang (UNNES). Sejak penjadi penyiar radio, Putri mengaku punya pengalaman tidak menyenangkan, di antaranya adalah keisengan pendengarnya sampai digoda melalui telepon.

”Setiap siaran saya harus menjawab request dari pendengar via telepon maupun SMS, kadang ada yang telepon dengan suara nakal, godain, sok kenal sok dekat pun juga ada. Ada juga yang marah-marah karena lagu yang diminta nggak bisa diputerin,” kata dara cantik yang akrab disapa Putri ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mahasiswi jurusan Akuntansi UNNES semester V ini menuturkan, jika segala godaan tersebut ia jawab dengan profesionalitas. ”Ya, dijawab dengan profesional aja, memang sudah menjadi risiko penyiar. Intinya harus sabar dan harus pintar menghadapinya,” jelas dara kelahiran Tegal, 19 Juli 1996 ini.

Putri yang punya hobi membaca buku ini mengaku, jika menjadi seorang penyiar membutuhkan passion yang cukup tinggi. Dia bersyukur cita-citanya sejak kecil bisa terwujud. Menurutnya membawa pendengar untuk menikmati siarannya pun tidak mudah, sehingga dibutuhkan dedikasi yang tinggi dalam bidang tersebut.

”Pendengar kan hanya dengerin suara, tidak melihat secara langsung. Jadi, ya harus pintar-pintar membawa suasana dan harus punya fell,” tuturnya.

Putri menjelaskan, kemampuannya di bidang broadcasting yang dimiliki dipelajari secara otodidak dengan mendengarkan penyiar radio lain saat melakukan siaran. Setelahnya ia lalu menirukannya. ”Belajarnya otodidak, nggak kursus atau les khusus. Dengerin dari penyiar senior yang sudah siaran lalu mencoba meniru dengan gaya saya sendiri,” katanya.

Setelah lulus kuliah, Putri memiliki cita-cita mengambangkan bisnis warung Tegal (warteg) milik orang tuanya. Ia punya ambisi merambah dunia resto ataupun kafe di masa mendatang. ”Penginnya mengembangkan bisnis orang tua, bisa membuka usaha kafe atau resto,” ujarnya. (den/aro/ce1)