Semua SMA/SMK Siap Gelar UBK

717

WONOSOBO—Seluruh SMA/SMK di Wonosobo mengklaim siap melaksanakan Ujian Nasional berbasis Komputer atau Ujian Berbasis Komputer pada April mendatang. Pada 2016, program yang dinilai ampuh menghemat biaya penyelenggaraan ujian ini, baru dilaksanakan di 20 sekolah. Sedangkan 26 sekolah lainnya, belum melakukan karena keterbatasan komputer.

“Tahun ini Insya Allah semuanya siap. Total semuanya ada 46 SMA/SMK,” kata Kepala Bidang Bina Program dan Pengembangan Dinas Pendidikan Wonosobo, Sucipto. Dikatakan, UBK sepenuhnya tanggung jawab pemerintah provinsi. “Pemkab sifatnya hanya membantu,” kata Sucipto di kantornya, Kamis (19/1) kemarin.

Untuk memastikan kesiapan, pada 20-21 Januari (hari ini dan besok), Sucipto bersama tim teknis bentukannya akan mengecek masing masing sekolah. Mulai ketersediaan perangkat komputer hingga server. Sekolah yang akan dicek adalah 26 sekolah yang belum melaksanakan UBK pada tahun lalu.

“Sudah ada 5 tim yang akan mengecek. Tujuannya untuk memastikan bahwa instrumen yang dibutuhkan sudah benar-benar ada. Kalau ada yang kurang lengkap, biar sekolah punya waktu untuk segera melengkapi.”

Disampaikan, program UBK merupakan solusi yang ditawarkan Kementerian Pendidikan atas moratorium ujian nasional.

Keunggulan UBK, menurut Sucipto, biaya lebih efisien karena tidak butuh kertas. Pengawasan lebih mudah. Faktor keamanan lebih terjamin, karena soal ujian langsung dari server pusat. Kejujurannya tinggi, karena masing-masing soal diacak. “Dibanding ujian tertulis, UBK lebih mendidik dan lebih hemat.”

Pengawas SMK Kabupaten Wonosobo, Sri Kuncoro menyampaikan, siswa mengaku lebih suka ujian dengan komputer. “Saya tanya siswa yang melakukan UNBK (kini UBK) tahun lalu, katanya lebih enak. Nggak perlu bawa-bawa alat tulis. Lagi pula, sebelum ujian, juga ada simulasinya terlebih dahulu.”

Sepengetahuan dia, ada 3 kali simulasi. Tujuannya, selain memastikan seluruh instrumen berfungsi baik, juga menyiapkan siswa agar tidak kaget saat menjalani ujian sungguhan.

“Nah, untuk standar nilai minimalnya berapa, standar kelulusannya seperti apa, agenda pastinya kapan, kami sendiri belum tahu. Untuk kepastian itu, masih menunggu SOP dari Kementerian.” (cr2/isk)