Polisi Telusuri Aset Bos RAW

744

SEMARANG-Penyidik Polrestabes Semarang terus mendalami kasus dugaan penipuan uang milik calon jamaah umrah dan haji plus yang digelapkan oleh bos PT Arminareka yang juga pimpinan cabang PT Rihlah Alatas Wisata (RAW) Semarang, Eko Agung Raharjo, 41. Selain itu, penyidik juga tengah menelusuri aliran uang yang telah digelapkan tersangka Agung.

“Kita menelusuri hasil tindak pidananya. Dipakai untuk apa saja, itu yang kita telusuri,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wiyono Eko kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (19/1).

Pengakuan tersangka Agung, uang milik calon jamaah umrah dan haji plus yang masuk ke rekeningnya telah habis. Uang tersebut di antaranya dipakai untuk kepentingan pribadi, yakni membeli sebuah rumah di Jalan Wolter Monginsidi Pedurungan. “Itu pengakuan kemarin. Sekarang masih didalami dan dikembangkan. Nanti dari hasil penyidik akan ketahuan,” katanya.

Wiyono menambahkan, penyidik masih terus melakukan pemeriksan intensif terhadap tersangka Agung. Selain itu, pihaknya juga akan mengumpulkan alat bukti guna menyita aset tersangka yang diduga dibeli dari hasil tindak kejahatan.

“Segala sesuatu yang kita sita sebagai barang bukti itu dibeli dari hasil tindak pidana. Misalnya, kalau uangnya buat beli TV ya TV-nya kita sita. Kalau uangnya untuk beli rumah ya rumahnya kita sita,” tegasnya.

Terkait adanya penambahan jumlah korban yang melaporkan kasus ini, Wiyono mengatakan masih tetap, belum ada tambahan baru.  “Belum ada. Coba bisa ditanyakan ke penyidik saja,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka Eko Agung Raharjo, 41, berhasil diringkus aparat di Apartemen Taman Sari Jalan Soekarno-Hatta Bandung. Pria kelahiran Purworejo ini ditangkap Senin (16/1) sekitar pukul 01.00 dini hari lalu.

Penangkapan ini terkait adanya pelaporan dari warga yang menjadi korban penipuan pimpinan RAW yang berkantor di ruko Jalan Wolter Monginsidi, Pedurungan. Sedianya, uang yang diserahkan ke tersangka Agung dipergunakan untuk membayar keberangkatan umrah ke Tanah Suci.

“Korban yang melapor ada 141 orang calon jamaah umrah dan 3 orang calon haji. Jumlah kerugian seluruhnya mencapai Rp 3,29 miliar,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (18/1). (mha/aro)