Manfaatkan Asimilasi, Warga Binaan Kabur

508

PEKALONGAN-Seorang warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Kota Pekalongan yang mendapatkan asimilasi atau proses pembinaan narapidana di luar tembok penjara, justru dimanfaatkan untuk kabur.

Kepala Keamanan Lapas, Syaefudin, menuturkan bahwa petugas merasa kehilangan warga binaan tersebut sejak pukul 14.30. Perkiraannya, warga binaan tersebut kabur setelah melakukan kerja di luar tembok penjara pada Selasa (17/1) lalu. Bahkan warga binaan tersebut membawa kendaraan petugas lapas yang sedang parkir di kantor. “Setelah merasa kehilangan, kami langsung mencari di sekitar lapas dan di tempat kerjanya,” imbuhnya.

Warga binaan yang diketahui bernama Darwanto merupakan narapidana pindahan dari Kendal dengan kasus pencurian yang rencananya pada Juni akan bebas. “Kami tidak menyangka, kalau ia akan kabur. Karena selama di dalam Lapas, kelakuannya sangat baik. Itu pula yang menyebabkan ia mendapatkan asimilasi,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, ia juga sangat menyayangkan sikap kepolisian yang sudah menginformasikan ke media terlebih dahulu tanpa konfirmasi ke Lapas. Bahkan, pihak lapas mengetahui informasi tersebut justru dari media, dengan tuduhan bahwa ada orang dalam berinisial A yang melancarkan tindakan kabur warga binaan tersebut.

“Seharusnya pihak kepolisian konfirmasi ke kami sebelum ekspose ke media. Bahkan bisa dipancing, orang yang berinisial A ini. Karena yang inisialnya A di lapas ini sangat banyak. Mungkin bisa inisial A dari nama depannya atau nama penggilannya,” paparnya.

Ia menduga, adanya anggota lapas atau oknum yang berkhianat, terbukti ada handphone di dalam lapas. Kemungkinan handphone itu bisa dilempar atau dititipkan petugas atau lewat jatah makan. “Kami merasa sudah ketat, tapi kalau ada oknum yang berkhinat, kami sangat menyayangkan dan akan menindak keras,” tegasnya.

Di lapas sendiri, ada 6 petugas jaga dalam satu shiftnya, dibantu petugas penjaga pintu 2 orang dan penjaga pos belakang 1 orang. “Meski ini tidak bisa dijadikan alasan, namun petugas kami sedikit,” tandasnya. (tin/ida)