Usung Konsep Angkringan untuk Sarapan

2091
BERBAGI: Branch Manager Alfamart Mateus Radiman bersama jajarannya saat memberikan bantuan bola sepak di sebuah SD di Semarang. (IST)
BERBAGI: Branch Manager Alfamart Mateus Radiman bersama jajarannya saat memberikan bantuan bola sepak di sebuah SD di Semarang. (IST)

SEMARANG – Konsep kuliner tradisional coba diangkat oleh Hotel Dafam Semarang, yakni mengangkat konsep angkringan sebagai alternatif menu breakfast. Jika angkringan biasanya bisa dinikmati petang hingga malam hari, di hotel bintang empat ini mulai buka sejak pukul 06.00 hingga 10.00 pagi.

Berbagai makanan khas angkringan sengaja dihadirkan, misalnya nasi bungkus berukuran kecil, aneka sate, serta berbagai jajanan pasar yang semuanya dihidangkan oleh penyaji yang menggunakan pakaian tradisional. Tak lupa wedang jahe yang juga khas angkringan yang banyak ditemui di pinggir jalan. “Semua makanan akan dibakar terlebih dahulu sebelum disajikan kepada tamu,” kata Food and Beverage Manager Hotel Dafam Semarang, Epit Sugiarto, kemarin.

Epit mengatakan, konsep baru yang digagas mulai awal tahun ini sangat diminati tamu, baik dari dalam maupun luar hotel. Pasalnya, di luar menu-menu khas angkringan ini tidak bisa ditemui saat pagi hari. “Menu seperti nasi bungkus, juga tidak bisa ditemui di buffet sarapan hotel lain ataupun angkringan dipagi hari,” ungkapnya.

Khusus bagi tamu Hotel Dafam Semarang yang menginap, menu angkringan ini sudah masuk dalam harga kamar sebagai alternatif menu sarapan. Namun jika anda bukan tamu kamar Hotel Dafam Semarang, tetap bisa menikmati mulai pukul 06.00 pagi. “Masyarakar umum bisa datang dan makan all you can eat sarapan buffet dan angkringan dengan biaya yang murah,” tambahnya. (den/smu)