Peserta KB Naik 170 Persen, Aktif 65 Persen

1021
BIMTEK : Kepala Dinpermades P2KB Demak, M Ridwan bersama Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Wagino memberikan bimtek pada petugas PLKB di RM Apung Morosari, kemarin. (Wahib.pribadi@radarsemarang.com)
BIMTEK : Kepala Dinpermades P2KB Demak, M Ridwan bersama Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Wagino memberikan bimtek pada petugas PLKB di RM Apung Morosari, kemarin. (Wahib.pribadi@radarsemarang.com)

DEMAK-Peserta keluarga berencana (KB) baru di wilayah Jateng tercatat telah meningkat 170 persen. Meski demikian, yang menjadi peserta KB aktif hanya sekitar 65 persen. Diduga, salah satunya akibat pencatatan yang kurang baik lantaran petugas kejar target, namun dari sisi kualitas ada kekurangan.

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Wagino di sela memberikan bimbingan teknis terhadap petugas lapangan KB (PLKB) di bawah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan KB (DinpermadesP2KB) Pemkab Demak di Rumah Makan (RM) Apung, Pantai Morosari, Sayung, kemarin. Turut hadir dalam acara ini, Kepala Dinpermades M Ridwan, Sekretaris Supriyatiningsih dan Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan, Sukardjo, SKM, M.Kes.

Wagino menambahkan, petugas PLKB di Jateng mencapai 2.019 orang. Mereka meng-cover sebanyak 8.588 desa di 35 kabupaten/kota. Rata-rata setiap petugas melayani antara 2 hingga 3 desa. “Yang paling banyak di Kabupaten Pati. Setiap petugas menangani hingga 16 desa,” katanya.

Dia mengatakan, peserta KB baru yang sudah tercatat terus dipertahankan dan jangan sampai drop out. Selain itu, harus diidentifikasi mana saja yang menggunakan KB suntik, pil atau yang lainnya.

Menurutnya, sejauh ini untuk pemakaian implant masih rendah. Sedangkan, untuk MOP sudah mencapai 110 persen dari target dan MOW baru 92 persen. Untuk kepentingan KB ini, telah dianggarkan sebesar Rp 10 miliar untuk membantu daerah-daerah di Jateng. “Secara nasional, KB hanya dipengaruhi tiga provinsi. Yakni, Jateng, Jabar dan Jatim. Sebab, 60 persen penduduk ada di Jawa,” kata Wagino.

Karena itu, kata dia, KB di Jateng dinilai luar biasa perkembangannya. Sebanyak 307 persen menggunakan KB suntik, 666, 13 persen pakai pil dan sisannya pakai yang lain. Secara khusus, Wagino menyampaikan soal fenomena pernikahan di Jateng. Masih banyak perempuan di bawah usia 16 tahun yang menikah dengan dispensasi dari Pengadilan Agama (PA) dengan jumlah mencapai 3.700 orang. Tertinggi ada di Grobogan.

Sedangkan, untuk di Demak yang tinggi justru penyakit HIV/AIDS. Pada beberapa bulan ini, dilaporkan ada 35 HIV dan 7 kena AIDS. “Untuk kematian ibu di Demak masih kecil hanya ada 12 kasus. Paling tinggi di Jateng terjadi di Brebes,” katanya.

Menurut Wagino, terkait tugas PLKB diakui tidak ringan. Sebab, ibaratnya para petugas tersebut bekerja 24 jam untuk masyarakat. “Pada 2017 ini, untuk menunjang kinerja, petugas PLKB wajib punya smartphone. Alat ini digunakan untuk sistem pelaporan dan informasi KB. Dan, kami targetkan setiap kecamatan membentuk kampung KB,” ujar dia.

Kepala Dinpermades P2KB Demak, M Ridwan mengatakan bahwa pertemuan dengan para petugas PLKB ini diperlukan untuk konsolidasi. “Kami berharap, petugas PLKB lebih kreatif dan inovatif sehingga pelayanan terhadap KB di Demak ini lebih baik lagi,” katanya. (hib/ida)