Ngaku Bisa Datangkan Uang, Dukun Masuk Bui

999

BATANG-Satu lagi, kasus dukun palsu ternyata ada di Batang. Adalah Mbah Surip, 55, warga Dukuh Krajan, Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, yang kini diamankan unit Reskrim Polsek Bandar.

Pasalnya, pria yang kesehariannya mengaku sebagai ahli supranatural alias dukun tersebut telah melakukan penipuan terhadap seorang warga dengan dalih bisa menarik atau mendatangkan uang gaib.

Kapolsek Bandar, AKP Yusi Andi Sukmana menjelaskan bahwa sebelum ada laporan dari masyarakat yang mengaku telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Mbah Surip, korban tersebut menjadi pasien dari pelaku yang mengaku bisa mendatangkan uang gaib. Karena sudah percaya dan menjadi pasien pelaku, sehingga korban menuruti saja permintaan pelaku.

“Pelaku sehari-harinya mengaku sebagai ahli supranatural dan bisa mendatangkan uang gaib. Sedangkan korban sendiri percaya dengan apa yang dikatakan pelaku,” ungkap Yusi.

Setelah mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Kepada petugas, pelaku mengatakan jika dirinya mengaku bisa mengambil atau mendatangkan uang gaib antara Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar hanya dengan modal ayam cemani dan kemenyan senilai Rp 25 juta.

Namun, imbuh Yusi, kendati korban sudah mengeluarkan uang sejumlah Rp 28.970.000 untuk membeli uborampe, yang dijanjikan tersangka tak kunjung terbukti hingga akhirnya korban kesal. Akhirnya melaporkan Mbah Surip ke Mapolsek Bandar. “Korban sudah menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku yang akan digunakan untuk embeli uborampe. Dan korban sendiri percaya, pelaku bisa mendatangkan uang gaib yang dijanjikan,” ujarnya.

Selain melakukan penangkapan terhadap pelaku, petugas kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa plang praktik serta alat-alat perdukunan yang digunakan untuk memperdaya korban. Dari hasil pemeriksaan, pelaku juga mengaku memiliki 12 istri.

Guna penyelidikan lebih lanjut, saat ini tersangka tengah diperiksa petugas unit Reskrim Polsek Bandar. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. “Kami imbau masyarakat jangan mudah percaya dengan hal gaib semacam itu. Kalau ingin kaya harus bekerja keras,” kata AKP Yusi. (mg20/ida)