Kemensos Targetkan 2.000 e-Warong

306
GOTONG ROYONG: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan e-Warong di Aula Kecamatan Tingkir, Selasa (17/1). (Dhinar.sasongko@radarsemarang.com)
GOTONG ROYONG: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan e-Warong di Aula Kecamatan Tingkir, Selasa (17/1). (Dhinar.sasongko@radarsemarang.com)

SALATIGA – Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Warung Gotong Royong Elektronik Kelompok Usaha Bersama (e-Warong KUBE). Selain itu, Mensos juga menyalurkan bantuan sosial nontunai kepada masyarakat di Aula Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Selasa (17/1).

Dalam sambutannya, Khofifah berpesan agar masyarakat penerima bantuan sosial selalu menjaga kecerdasan dan kesehatan anak. Hal ini dikarenakan banyak dari penerima bantuan tersebut mempunyai anak yang cerdas, namun kurang mampu secara ekonomi. “Kesehatan di sini bukan hanya fisik saja, namun juga mentalnya. Dalam kondisi apapun, jangan sampai keluar kata-kata yang tidak baik di hadapan anak,” pesan Khofifah.

Terkait dengan peluncuran e-Warong, Khofifah mengatakan bahwa Kemensos menargetkan akan ada 2.000 e-Warong di seluruh Indonesia pada tahun ini. “Keberadaan e-Warong ini diharapkan akan mencakup di daerah pesisir dan pedesaan, sehingga upaya pengentasan kemiskinan akan lebih terintegrasi dan tepat sasaran,” ujar Menteri Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kota Salatiga Sri Jokonurhadi menjelaskan, e-Warong merupakan warung tradisional yang ditunjuk untuk menyalurkan bantuan pangan dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang telah diterimakan kepada masyarakat yang sudah terdata dalam Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI. Semua penerima bantuan memiliki rekening di bank yang ditunjuk dan semua bantuan sosial akan masuk ke dalam rekening tersebut. Di e-Warong itulah masyarakat penerima dapat mengakses bantuan sosial.

Pj Wali Kota Salatiga Ahmad Rofai dalam sambutannya menyampaikan apresiasi karena di Salatiga telah ada 4 buah e-Warong yang berada di masing-masing kecamatan. “Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menghindari adanya penyelewengan anggaran. Dengan e-Warong ini penerima bantuan dapat menggunakan kartu untuk membeli kebutuhan pokok. Selain lebih efisien, dari sisi pemerintah daerah juga lebih mudah melakukan pengawasan dan evaluasi bantuan sosial,” kata Rofai.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan meninjau warung kelontong milik Ida Mirani, di RT 03 RW 01 Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir. Di warung tersebut Khofifah meluncurkan e-Warong serta menyaksikan secara langsung masyarakat yang membeli kebutuhan pokok menggunakan KKS.

“Di Salatiga jumlah peserta Program Keluarga Harapan sebanyak 2.545 orang,” ujar Joko. (sas/ton)