3 Anak Macan Tambah Koleksi Bonbin

752
GEMAS: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menggendong salah satu anak harimau yang lahir di Kebun Binatang Mangkang, kemarin. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
GEMAS: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menggendong salah satu anak harimau yang lahir di Kebun Binatang Mangkang, kemarin. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)

SEMARANG – Pasangan harimau bernama Kliwon (jantan berusia 7 tahun) dan Rengganis (betina berusia 8 tahun) melahirkan tiga anak harimau (macan) menggemaskan di Kebun Binatang Mangkang, pada Rabu (11/1) lalu.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi begitu gemas menyambut kelahiran tiga anak macan itu. Saking gemasnya, Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi tak sabar menggendong dua dari tiga anak harimau tersebut, saat melakukan tinjauan di Kebun Binatang Mangkang, Jumat (13/1).

Masing-masing; si jantan putih diberi nama ’Berani’, jantan cokelat bernama ’Landep’, dan betina cokelat dipanggil ’Lantip’. Ketiga anak macan yang berbulu lebat itu tampak menggemaskan karena sesekali terdengar seperti ’menangis’ layaknya bayi manusia yang meminta disusui ibunya. ”Jantan cokelat ini meraungnya kencang, maka saya beri nama ’Landep’ yang berarti tajam. Jantan putih saya beri nama ’Berani’ karena dari warnanya langka. Sedangkan yang betina cokelat bernama Lantip yang berarti pintar,” kata Hendi, kemarin.

Dikatakannya, ketiga anak harimau tersebut merupakan blasteran. Yakni hasil peranakan dari jenis harimau Benggala bernama Kliwon dan Rengganis, atau cucu dari pasangan harimau bernama Rangga dan Manis.

Dijelaskan, lahirnya tiga anak harimau tersebut menambah aset Kebun Binatang Mangkang. Sejauh ini, Kebun Binatang Mangkang memiliki sedikitnya 40 spesies dengan total 200 jenis hewan. Di antaranya singa, rusa tutul, harimau Sumatera, beruang, rusa timor, kuda, ular, buaya, gajah Sumatera, kuda nil, kera Jawa, beruk, kanguru, harimau benggala, beraneka burung, dan lain-lain.

”Kebun Binatang Mangkang yang beroperasi sejak 2007 ini memiliki potensi wisata cukup bagus. Sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar di Kota Semarang,” katanya.

Kendati begitu, Hendi mengakui sejauh ini pengelolaannya belum sepenuhnya optimal. Sebab, selama ini tidak bisa melakukan pembelian maupun tukar-menukar hewan dengan kebun binatang lain. ”Selama Kebun Binatang Mangkang masih dikelola pemkot, kami tidak diperkenankan melakukan pembelian hewan. Sesuai aturan, kebun binatang ini harus dikelola oleh Perusda (perusahaan daerah),” terangnya.

Tahun ini, lanjut Hendi, pihaknya telah mempersiapkan sebuah perusahaan daerah berbentuk holding company. Melalui holding company tersebut nantinya Kebun Binatang Mangkang bisa dilakukan pengelolaan lebih optimal.

Menurutnya, sejauh ini animo masyarakat terhadap keberadaan kebun binatang ini cukup besar. Kebun binatang ini menjadi salah satu tempat wisata edukasi yang didatangi masyarakat baik warga Semarang dan daerah sekitarnya. ”Tetapi sejauh ini keanekaragaman satwa di Kebun Binatang Mangkang ini belum bisa dilakukan pengembangan karena keterbatasan aturan,” katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kebun Binatang Mangkang, Kusyanto mengatakan, kelahiran tiga anak harimau tersebut menambah jumlah harimau di Kebun Binatang Mangkang. ”Saat ini total harimau menjadi 11 ekor. Dari tiga anak harimau tersebut, ada satu yang terbilang unik, karena berbulu putih. Jenisnya Harimau Benggala,” katanya.

Untuk sementara waktu, kata dia, ketiga anak harimau itu ditempatkan bersama dengan induk betina dan terpisah dari induk jantan. ”Hal itu agar terjaga keselamatannya. Induk betina agar bisa menyusui dengan lancar,” terangnya. (amu/ric/ce1)