Pertengahan Januari, Pedagang Boyongan

401

SEMARANG – Pasar Pedurungan yang dibangun dua lantai telah rampung. Pasar tradisional di Jalan Fatmawati Pedurungan ini siap ditempati ratusan pedagang yang kini masih berada di tempat penampungan belakang kantor Kecamatan Pedurungan. Para pedagang akan diundi untuk mendapatkan kios dan lapak di pasar tersebut. Diperkirakan, para pedagang akan ’boyongan’ pada pertengahan Januari 2017 mendatang.

”Semua sudah rampung. Saat ini masih mencari ’hari baik’ saja. Terserah pedagang nanti maunya seperti apa, akan kami kumpulkan terlebih dulu. Diperkirakan pertengahan Januari boyongan,” kata Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (2/1).

Dikatakan, bangunan Pasar Pedurungan terdiri atas dua lantai. Ia yakin bangunan baru tersebut bisa menampung ratusan pedagang yang ada. Pendataan telah dilakukan jauh-jauh hari. Namun terkait jumlah pedagang secara rinci, pihaknya belum bisa menyebutkan.

”Para pedagang perlu kami kumpulkan terlebih dahulu untuk mengetahui keinginan pedagang seperti apa. Selain itu juga untuk membicarakan teknis pengaturan tempat, agar tertib dan lancar,” ujarnya.

Untuk penempatan pedagang di Pasar Pedurungan, kata Trijoto, menggunakan sistem pengundian. Namun demikian, ia memastikan bahwa semua pedagang lama akan mendapatkan tempat. ”Tetapi jika memang ada kios yang tersisa, pedagang baru kemungkinan bisa menempati,” katanya.

Sejauh ini, para pedagang Pasar Pedurungan masih berada di tempat penampungan di belakang kantor Kecamatan Pedurungan. Pihaknya mengaku telah melakukan pengecekan akhir untuk memastikan apakah bangunan baru tersebut telah siap.

”Kami berharap, paling lambat pertengahan Januari, aktivitas di Pasar Pedurungan  sudah menggeliat. Sejauh ini, tidak ada kendala. Semuanya kami nilai wajar-wajar saja,” ujarnya.
Trijoto menambahkan, pengecekan akhir tersebut juga untuk memastikan kondisi di lokasi Pasar Pedurungan terkait rencana penataan zona-zona pedagang. Nanti akan dipilah jenis-jenis pedagang dan dikelompokkan sesuai dengan yang dirapatkan. ”Makanya nanti perlu dikumpulkan untuk sosialisasi sebelum boyongan. Selain itu juga untuk mengurai masalah demi kelancaran bersama,” katanya.

Seorang pedagang sembako yang keberatan ditulis namanya berharap pengundian kios dan lapak Pasar Pedurungan berlangsung fair. Sehingga tidak ada pedagang yang dirugikan. Selain itu, Dinas Pasar bisa mengantisipasi adanya ”pedagang siluman” saat penempatan Pasar Pedurungan yang baru. ”Jangan seperti di Pasar Johar, tiba-tiba jumlah pedagangnya membengkak sampai dua kali lipat,” tandasnya. (amu/aro/ce1)