Dandim Ajak Warga Jaga Persatuan

316
BELA NEGARA : Dandim 0736/Batang Letkol Fajar Ari Nugraha berfoto bersama Muspika Limpung, Kades Sempu Puji Hantoro dan tokoh masyarakat di Balai Desa Sempu Limpung. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BELA NEGARA : Dandim 0736/Batang Letkol Fajar Ari Nugraha berfoto bersama Muspika Limpung, Kades Sempu Puji Hantoro dan tokoh masyarakat di Balai Desa Sempu Limpung. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Tingginya potensi konflik horisontal dengan isu sara akhir-akhir ini, mencoba diredam oleh semua pihak. Salah satunya, pejabat TNI yang diwakili Dandim 0736/Batang Letkol Fajar Ari Nugraha, melakukan safari dan memberikan pengarahan tentang Bela Negara dan Kebhinekaan kepada masyarakat Kecamatan Limpung di Balai Desa Sempu, Selasa (29/11) kemarin.

Dandim yang murah senyum ini memberi pengarahan kepada ratusan orang dari berbagai elemen. Mulai dari warga biasa, hingga Kades berserta perangkat, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Pada kesempatan kemarin, Letkol Fajar menekankan perlunya menjaga persatuan yang kuat, untuk seluruh anak bangsa Indonesia.

“Kebhinekaan adalah kekuatan utama kita sebagai bangsa Indonesia yang bermartabat. Ini bisa menjadi modal untuk menanggulangi pengaruh asing yang ingin menguasai negeri ini,” seru Dandim kepada warga.

Menurutnya, ancaman datang dari berbagai penjuru tersebut memiliki banyak tujuan. Ancaman yang diincar, tentunya kekayaan alam Indonesia yang melimpah. Apalagi dunia diprediksi dalam 50 tahun ke depan akan kehabisan sumber energi. Sedangkan negara masih mempunyai cadangan mineral yang melimpah. Sehingga negara lain berusaha mberebut dan ingin menguasai dengan berbagai cara.

Ancaman kedua adalah terorisme yang menggunakan agama tertentu sebagai kedok, sehingga muncul banyak golongan yang sudah beraksi, mengatasnamakan agama. Ketiga bahaya penyalahgunaan narkoba, yang sudah sangat parah lantaran menyasar anak muda yang notabene generasi penerus negeri ini. Dirusak dengan narkoba yang didatangkan dari bangsa asing. Serta keempat adalah pelemahan ekonomi, yang sangat terasa hingga sekarang sehingga negara dibuat ketergantungan dengan negara lain.

“Semua ancaman itu didalangi oleh kekuatan asing yang tujuannya memecah belah dan menguasai Indonesia. Kita jangan terlena dan menelan mentah-mentah ajaran radikal yang sebenarnya bertolak belakang dengan yang diajarkan oleh agama itu sendiri,” tegas Dandim.

Dandim berharap masyarakat dari tingkat paling rendah bisa bersatu, berjuang dan bergotong royong untuk menjadikan Indonesia sebagai pemenang. Jangan sampai perbedaan menjadi perpecahan. “Tidak sedikit pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila dan mengubah UUD 45. Itu tugas kita untuk menjaganya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kades Sempu Puji Hantoro menyatakan sangat setuju dengan menjaga persatuan. “Semoga negara ini bisa kuat menghadapi badai ujian persatuan ini. Dan ke depan bisa menjadi negara lebih baik lagi dan masyarakat makmur,” ucapnya.