Dongkrak Wisatawan, KAI Buka Jalur Ambarawa-Jambu-Bedono

688
WISATA : Direktur Logistik dan IT PT KAI, M Kuncoro Wibowo saat meresmikan penggunaan lokomotif kereta uap untuk jalur Ambarawa-Jambu – Bedono, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISATA : Direktur Logistik dan IT PT KAI, M Kuncoro Wibowo saat meresmikan penggunaan lokomotif kereta uap untuk jalur Ambarawa-Jambu – Bedono, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Salah satu terobosan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan, PT KAI membuka kembali jalur lama antara Stasiun Ambarawa-Jambu- Bedono. Wisatawan diajak melintasi jalur dengan menggunakan kereta uap.

Perlu diketahui, jalur tersebut semula dibangun untuk mengangkut berbagai hasil bumi, salah satunya bijih kopi. Direktur Logistik dan IT PT KAI, M Kuncoro Wibowo mengatakan jalur tersebut memiliki keunikan karena terdapat jalur bergerigi sepanjang 4 kilometer.

“Ini (jalur bergerigi) hanya tiga di dunia, yaitu Bedono (Indonesia), India, dan Swiss,” kata Kuncoro, usai peresmian jalur tersebut di Musium KA Ambarawa, Kamis (27/10) kemarin.

Sehingga, lanjutnya, hal tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mau berkunjung ke musium KA Ambarawa‎. “Kami ingin memasyarakatkan kereta, jadi masyarakat semakin suka bertransportasi menggunakan kereta,” katanya.

Hal lain yang ditawarkan, katanya, yaitu perjalanan sepanjang sembilan kilometer dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Bedono. Dimana dalam perjalanan tersebut, hanya melaju dengan kecepatan 20 kilometer per jam. “Disitu, wisatawan dapat merasakan sensasi berpetualang dengan jalur yang menanjak melewati perbukitan maupun pemukiman,” katanya.

Saat ini, di Stasiun Ambarawa sendiri terdapat dua lokomotif uap yang masih ‎beroperasi pada jalur bergerigi tersebut. Antara lain loko seri B 2502 dan loko seri B 2503, dengan kemampuan membawa dua kereta berkapasitas 80 penumpang.

“Perlintasan bergerigi tetap aman ‎karena selalu dilakukan perawatan. Harga untuk sewa lokomotif yaitu Rp 15 juta untuk pulang pergi dari Stasiun Ambarawa ke Bedono dan sebaliknya,” katanya.

Kepala Musium KA Ambarawa, Rahmayandi, mengatakan dengan dibukanya jalur tersebut diharapkan mampu mengangkat destinasi wisata berbasis Kereta Api. “Agar lebih dikenal di dunia pariwisata internasional dan menjadi salahsatu tujuan wisata pilihan turis lokal maupun internasional,” katanya.

Di hari yang sama, Museum KA Ambarawa juga melakukan opening Kereta Pustaka Indonesia untuk memfasilitasi pengunjung yang mempunyai hobi membaca. “Disamping bisa duduk santai di dalamnya, para pengunjung juga mendapatkan pengetahuan tentang sejarah kereta api,” ujarnya. (ewb/ida)