Meilita Hasan, MC yang Jago Catur

554
Meilita Hasan (JOKO SUSANTO/ Jawa Pos Radar Semarang)
Meilita Hasan (JOKO SUSANTO/ Jawa Pos Radar Semarang)
Meilita Hasan (JOKO SUSANTO/ Jawa Pos Radar Semarang)
Meilita Hasan (JOKO SUSANTO/ Jawa Pos Radar Semarang)
MEILITA Hasan tak hanya piawai menjadi master of ceremony atau MC dalam sebuah acara. Mantan aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini ternyata juga seorang atlet catur. Segudang prestasi olahraga asah otak ini sudah dikoleksi, di antaranya Juara 1 Catur Putri Tingkat Provinsi Jateng 2010, Juara 1 Catur Putri Tingkat Kabupaten Tegal 2007, dan Juara 1 Catur Putri Tingkat eks Karesidenan Pekalongan 2006.

Gadis kelahiran 30 Mei 1995 ini mengaku mencintai olahraga catur sejak usia 5 tahun. Menurut dia, dengan bermain catur, dirinya bisa melatih pola pikir untuk belajar, seperti strategi, kehati-hatian dalam melangkah, dan mengasah otak.

Putri kedua dari dua bersaudara pasangan Hasan Suroso dan Aneliyah ini mengaku suka catur lantaran kakek dan pamannya juga atlet catur. Bahkan pamannya masuk dalam jajaran Master Catur Indonesia pada 2005.

”Sejak kecil sering melihat paman dan kakek bermain catur. Sejak itu, saya sering membaca buku catur, dan bermain catur,” ucap gadis yang akrab disapa Meta ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Anggota Student Unnes as Protokoler 2015 ini menilai, menekuni olahraga catur banyak manfaat yang bisa dipetik. Salah satunya mencegah alzheimer (sejenis sindrom, Red), bisa menambah nutrisi otak untuk melatih konsentrasi, analisis dan kreativitas.

”Olahraga itu tidak harus memerlukan tenaga ekstra, karena itu saya memilih catur yang bisa mengasah otak,” ucap Duta Wisata Kabupaten Tegal 2015 ini. (jks/aro/ce1)