Ditipu Jam Rolex, Rugi Rp 400 Juta

505

SEMARANG – Nasib sial dialami Ferial, 45, pengusaha emas warga Puspanjolo, Semarang Barat. Perhiasan emas dan uang mata dolar Amerika senilai Rp 400 juta raib dibawa kabur orang tak dikenal ketika hendak mengambil uang di salah satu ATM di minimarket Jalan Pamularsih, Semarang Barat, Kamis (8/9) sekitar pukul 09.30 kemarin.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, saat itu korban selesai mengambil uang di ATM. Tiba-tiba dia dihampiri dua pria tak dikenal. Salah satu pria tersebut mengaku warga Singapura. Dia pura-pura bertanya alamat Singapura Bank di Kota Semarang.

”Saat ngobrol sama orang yang mengaku asal Singapura ini, saya didekati dua orang lagi. Keduanya ikut ngobrol,” ungkap Ferial saat mengadu di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Diduga keempat orang itu satu komplotan. Satu dari dua orang yang baru datang itu mengaku pimpinan salah satu cabang perusahaan ternama di Kota Semarang. Dia mengenalkan diri bernama Rudi. Sedangkan seorang lagi yang datang bersama Rudi hanyalah sopir pribadi.

”Lalu kami ngobrol-ngobrol. Orang Singapura itu cerita di negaranya punya kapal, bisa mendatangkan barang elektronik ke Indonesia. Orangnya dermawan, bagi-bagi uang pada orang tidak mampu,” katanya.

Setelah ngobrol sejenak, tiba-tiba orang Singapura itu merogoh kantong celananya mengambil jam tangan yang diklaim bermerek Rolex berlapiskan intan. Nah, saat itu Rudi pura-pura menawar jam tangan tersebut. ”Ditawar Rp 1 miliar oleh Rudi, tapi tidak diberikan. Alasannya, telah dipesan oleh orang Jepang. Tapi kalau yang beli saya, dibolehkan,” terangnya.

Pria yang mengaku warga Singapura itu mau melepas jam tangan tersebut kepada korban, karena dinilai orang baik. Bahkan bila nantinya dibeli korban, dia akan mentransfer uang USD 2.000 agar dibagikan kepada anak-anak yatim dan tidak mampu.

Diduga sudah berkomplot, Rudi lantas membujuk korban agar membeli jam tangan tersebut. Nantinya akan diberi mahar sebesar USD 150. Korban yang terpengaruh bujuk rayu pelaku akhirnya menuruti permintaan mereka. Korban sendiri diduga sudah terkena gendam pelaku.

Sampai akhirnya korban diajak naik mobil Camry yang dibawa komplotan itu menuju ke rumahnya di kawasan Puspanjolo. Tujuannya, untuk mengambil perhiasan emas yang ada di rumah korban.

”Setelah mengambil perhiasan emas dan uang di rumah, saya diajak ke sini lagi (Jalan Pamularsih). Diturunkan di sini. Setelah orangnya pergi, saya baru sadar telah terkena tipu. Karena jam tangan Rolex itu ternyata palsu. Kalau ditotal ya sekitar Rp 400 juta,” jelasnya.

Sadar telah menjadi korban penipuan, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Semarang. Hingga kemarin, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat Reskrim Polrestabes Semarang. (mha/aro/ce1)

M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
KORBAN PENIPUAN: Korban Ferial saat melapor di SPKT Polrestabes Semarang, kemarin