Bangun Sinergitas Antar Pengusaha

510
PELATIHAN: Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM saat pelatihan guru besar Universitas Semarang (USM) pada 20 Juli 2016 lalu. (istimewa)
PELATIHAN: Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM saat pelatihan guru besar Universitas Semarang (USM) pada 20 Juli 2016 lalu. (istimewa)
PELATIHAN: Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM saat pelatihan guru besar Universitas Semarang (USM) pada 20 Juli 2016 lalu. (istimewa)
PELATIHAN: Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM saat pelatihan guru besar Universitas Semarang (USM) pada 20 Juli 2016 lalu. (istimewa)

SEMARANG – Bagi Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM, keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menarik perhatiannya. Sebab, selain mampu menyerap banyak tenaga kerja, UMKM yang kebanyakan dilakukan secara turun temurun juga sudah mengakar di masyarakat. Sehingga dari itu bisa diharapkan mewujudkkan kemandirian bangsa.

Hanya saja, menurut dekan Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM) yang pada Rabu (20/7) dikukuhkan sebagai guru besar, kebanyakan dari para pengusaha di sektor ini memiliki keterbatasan. Di antaranya minim inovasi, sumber daya, serta teknologi. Selain itu juga kurangnya modal dan terbatasnya jaringan pasar.

Untuk itu, agar bisa membangun dan mengembangkan usaha, dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak. Baik sesama pengusaha kecil, kecil dengan besar, maupun dengan pemerintah. ”Dengan adanya kolaborasi dan sinergi yang dibangun antar pengusaha, akan memberikan dampak positif dalam pengembangan usaha,” katanya.

Ia mencontohkan Batik Samin asal Blora. Batik itu memiliki kualitas yang bagus dengan warna lebih alami. Namun kalau masing-masing produsen memasarkan sendiri, keberadaan batik tersebut masih kalah terkenalnya dengan Batik Pekalongan atau Solo. Padahal dari sisi kualitas, Batik Blora cukup bagus dan mampu bersaing. Karena dengan adanya kolaborasi dan sinergi, nama Batik Blora akan terangkat sehingga diminati pasar.